
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sukses mengharumkan nama Indonesia lewat olahraga angkat berat dengan perolehan dua mendali Emas di Asean Para Games XII di Kamboja, Margono atau sering dipanggil mas Antok (40), warga Dukuh Karanganyar, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah diarak warga ramai-ramai keliling kampung, Minggu (11/6/2023) pagi.
Terlihat puluhan warga Desa Patihan langsung menggelar syukuran bersama sang atlet olahraga angkat berat kelas mens up to 65 Kg total lift dan the best tersebut.

Di sela-sela acara arak-arakan keliling kampung, Margono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM menyampaikan bahwa ia sempat kaget atas penyambutan dirinya setelah sukses meraih juara dan mendapatkan dua mendali emas di Asean Para Games 2023 di Kamboja.
“Alhamdulilah karena ini surprise sekali, saya nggak atau kalau ada penyambutan seperti ini. Dari pak Kades dan kawan-kawan menyiapkan surprise seperti ini, terimakasih untuk warga atas dukungan dan supportnya,” kata Margono.
Antok juga menyampaikan, proses kesuksesan dirinya mendapatkan kemenangan dan memboyong mendali emas dan melambungkan nama Indonesia tidaklah mudah.
Ia membutuhkan proses yang panjang. Delapan tahun ia menekuni olahraga cabang angkat besi tersebut. Selain tak bisa menilai kemampuan lawan dari berbagai negara, kondisi cuaca dan suana lokasi juga menjadi tantangan bagi Margono saat bertanding di Kamboja.
“Sudah tujuh sampai delapan tahun ini menekuni olahraga ini. Kemarin di PON Papua mendapatkan emas, jadi sama ini udah tiga mendali emas,” ujar dia.

Melalui keberhasilan tersebut, Margono mengajak anak-anak muda di Kabupaten Sragen baik yang tak memiliki keterbatasan fisik maupun memiliki keterbatasan fisik untuk terus mengasah potensi diri.
“Jangan minder dengan keberadaan kita, karena rezeki sudah ada yang mengatur,” tambah dia.
Kades Patihan Tri Mulyono, mengaku bangga dan besyukur bahwa masih ada pemuda desa yang punya keterbatasan fisik mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
“Bangga sekali, tentu ini menjadi tokoh yang perlu di contoh bagi masyarakat dan anak muda. Di balik keterbatasan fisik (Mas Margono-red) bisa mengangkat mengharumkan nama Desa Patihan bahkan negara Indonesia,” papar Tri Mulyono, Kepala Desa Patihan.
Tri Mulyono juga berharap keberhasilan yang diraih Margono dalam ajang Asean Para Games yang digelar di Kamboja, anak-anak muda bisa belajar dan meniru semangat Margono di balik keterbatasan fisiknya.
“Anak – anak muda yang selama ini masih berkecimpung dunia negatif, sekarang harus bisa melihat (Mas Margono) yang memiliki keterbatasan tapi punya segudang prestasi, ini bener-bener harus dicontoh dan didukung penuh oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Sragen Fathurrahman dari Fraksi Partai PKB yang kebetulan ikut penyambutan dan arak-arakan tersebut mengatakan bahwa ia sangat bersyukur dan berterimakasih pada Margono yang telah membawa nama Indonesia dan Sragen.
“Kami apresiasi sekali atas prestasi yang diraih oleh mas Antok telah mengharumkan nama Indonesia dan kabupaten Sragen khususnya dan pencapaian prestasi yang sangat luar biasa di tingkat Asean, ini membuktikan keterbatasan tidak menjadi penghalang lagi, tetapi bisa mencari prestasi yang luar biasa dan selanjutnya kami bagian dari pemerintah kabupaten Sragen berterimakasih dan mengharapkan kedepan atlet atlet yang ada yang telah membawa harum nama Sragen untuk bisa diperhatikan lebih banyak dan bagus lagi, baik dari segi fasilitas yang ada,” jelasnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














