JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Berjalan di Rel Kereta, Ngatinem Tewas Kesambar KA Argo Wilis Jakarta-Surabaya di Stasiun Palur, Karanganyar

Ngatinem (68) seorang petani asal Desa Ngringo RT02/04 Jaten, Karanganyar tewas tersambar Kereta Api Argo Wilis jurusan Jakarta-Surabaya di Stasiun Palur, Karanganyar, Sabtu (15/7/2023). Beni Indra
   

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ngatinem (68) seorang petani asal Desa Ngringo RT02/04 Jaten, Karanganyar tewas tersambar Kereta Api Argo Wilis jurusan Jakarta-Surabaya di Stasiun Palur, Karanganyar, Sabtu (15/7/2023). Korban tertabrak setelah berjalan di atas rel searah dengan arah kereta api yang melaju dari belakangnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Karanganyar Bripka Aditya Prima Sakti mengatakan belum diketahui mengapa korban berjalan diatas jalur rel kereta api, sedangkan hal itu sangat berbahaya.

Baca Juga :  Kwarcab Karanganyar Gelar Pemilihan Duta Pramuka 2024

“Sebenarnya dua saksi dari pekerja kereta api Stasiun Palur sudah meneriaki korban namun tidak terdengar dan sempat akan dihampiri namun laju kereta api sudah dekat sehingga korban tersambar,” ungkap Bripka Aditya Prima Sakti.

Menurut Bripka Sajri panggilan akrabnya, peristiwa terjadi Sabtu (15/7/2023) sekira pukul 11.00 WIB. Adapun korban terseret sekitar 100 meter dan meninggal seketika di TKP.

Selanjutnya Polsek Jaten bersama Unit Reskrim, Inafis Polres Karanganyar melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Sedianya polisi menyarankan dilakukan otopsi namun dari pihak keluarga korban menolak.

Baca Juga :  Kemuning Sky View: Destinasi Wisata Jembatan Goyang di Atas Kebun Teh Kemuning Karanganyar

“Akhirnya keluarga korban membuat surat pernyataan menerima kematian Ngatinem dan jenazah pun dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan,” tandas Bripka Sakti.

Lebih lanjut Bripka Sakti menjelaskan berdasar keterangan warga korban ini masih bekerja sebagai buruh tani yang mana jarak rumah dengan job pekerjaan sawah yang dikerjakan sekira tiga kilometer. Jalur kereta itu sering dipakai korban melintas pulang-pergi.

“Korban sering melintas setiap pulang pergi dari bekerja sebagai buruh tani di sawah,” pungkas Bripka Sakti. Beni Indra

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com