JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Dongkrak Semangat Wirausaha Muda, KKN 20 FKIP UNS Ajari Warga Sumber, Solo Buat Ecoprint Pounding

Foto 1: Mahasiswa KKN 20 FKIP UNS sedang menjelaskan materi pembuatan ecoprint kepada warga Kelurahan Sumber, Solo | Foto: Istimewa
   

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Mahasiswa KKN  Kelompok 20 FKIP UNS Surakarta  menggelar pelatihan ecoprint pounding di Dusun Sumber Krajan, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Sabtu (12/8/2023).

Koordinator kegiatan, Ismi Febyati, melalui rilisnya ke Joglosemarnews menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan semangat wirausaha muda di desa tersebut.

Pelatihan diikuti oleh warga setempat dengan antusias, terutama pemuda-pemuda karang taruna.

Melalui pelatihan tersebut, Ismi dan rekan-rekannya berharap dapat menginspirasi pemuda untuk membuka usaha dan meningkatkan keterampilan dalam menciptakan bisnis di bidang seni yang lebih kreatif, inovatif dan menarik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan informasi seputar berbagai bahan alami yang dapat digunakan sebagai pewarna hingga teknik dasar dalam mencetak motif menggunakan metode ecoprint pounding.

Baca Juga :  Siswa Siswi Kelas 4 SDIT Nur Hidayah Surakarta Ikuti Halal Bi Halal dan Sungkeman
Mahasiswa KKN 20 FKIP UNS dengan telaten mendampingi peserta pelatihan untuk membuat ecoprint dengan teknik pounding | Foto: Istimewa

Kepada mereka juga diberikan informasi mengenai potensi bisnis dan pengembangan ekonomi lokal yang dapat dihasilkan dari pembuatan kain ecoprint tersebut.

Sebagaimana diketahui, ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan dan pemberian motif pada kain dengan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan seperti daun, bunga atau bagian tumbuhan lain yang mengandung pigmen warna.

Daun tumbuhan yang sering digunakan untuk pembuatan ecoprint di antaranya adalah daun papaya jepang, daun kenikir, daun insulin, daun jati, daun kelor, daun jarak dan lain sebagainya.

Sedangkan pengertian pounding adalah cara mencetak kain atau kertas menggunakan pewarna alami dari tumbuhan, buah, atau bahan organik lainnya.

Kepada para peserta Ismi menjelaskan, dari cara pembuatan motifnya, teknik ecoprint dibedakan menjadi tiga yaitu Teknik pounding (dipukul), Teknik steaming (dikukus) dan Teknik fermentasi daun.

Baca Juga :  DKV ISI Surakarta Gelar Rakor Bahas Sebaran Mata Kuliah Tahun Ajaran 2024/2025

“Pada pelatihan kali ini, kami dari kelompok 20 KKN FKIP UNS memilih untuk memperkenalkan teknik pounding atau dipukul. Metode ecoprint ini ramah lingkungan dan berkelanjutan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya,” paparnya.

Mahasiswa KKN 20 FKIP UNS berfoto bersama dengan peserta pelatihan ecoprint di Kelurahan Sumber, Solo  sembari menunjukkan hasil karya mereka | Foto: Istimewa

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak begitu antusias dan aktif.

Salah seorang peserta mengaku, pelatihan tersebut sangat berguna bagi dirinya. Ia mengungkapkan rasa antusiasnya dalam mengikuti pelatihan itu karena ia dapat memperoleh keterampilan baru yang dapat dijadikan peluang usaha.

“Saya merasa sangat gembira bisa mengikuti pelatihan ini karena saya sekarang memiliki pengetahuan tentang cara membuat ecoprint dan dapat mengembangkannya menjadi bisnis,” katanya. [Redaksi]

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com