
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tiga kepala keluarga (KK) di Dukuh Kliteh, Desa Jatirejo, Kecamatan Sawit terancam terisolir. Mereka khawatir tak memiliki akses jalan untuk keluar masuk pemukimannya.
Bagaimana tidak, rumah milik tiga KK ini terkepung proyek tol Solo-Jogja. Sedangkan di sisi timurnya mengalir sungai. Lokasinya persis di sisi timur underpass atau terowongan tol. Ironisnya, skses jalan satu-satunya malah akan dibuat untuk saluran air atau parit.
Menurut Hermi Asturi, salah satu warga, hingga kini belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait pembuatan saluran air itu. Jika pembuatan saluran dilanjutkan, maka praktis dia tidak memiliki akses jalan.
Persis di depan rumahnya masih menyisakan lahan milik salah satu warga. Bahkan, tanah urug tol sudah mengenai sedikit lahan warga itu. Di sisi utara, masih ada satu bidang tanah bersertifikat yang di depannya sudah dibuat saluran air memanjang ke utara.
“Kami hanya minta akses jalan sana. Minimal tiga meteranlah agar mobil bisa masuk. Soalnya, tetangga samping rumah kan punya mobil,” ujarnya, Selasa (12/9/2023).
Dijelaskan, masih ada lima sertifikat tanah dengan tiga KK yang menempati kawasan itu. Saat musim hujan, limpasan air dari tol akan menggenangi depan rumah. Belum lagi air dari sungai meluap cukup tinggi.
“Sebelum ada tol, kami mendapat akses jalan cor beton ke arah barat. Kemudian berbelok ke selatan dan tembus di jalan raya,” katanya
Ketua RT 05 RW 01 Dukuh Kliteh, Desa Jatirejo, Eko Nugroho meminta pembuatan drainase di sisi utara, tepat di depan tiga rumah warganya dihentikan dulu. Sebab, jika dilanjutkan maka drainase itu mepet dengan rumah warga.
Otomatis, akses jalan warga juga hilang. Sedangkan lahan warga dekat jalan dan barat rumah warga di sebelah utata juga belum dibebaskan. Terkait hal itu, dia mengaku sudah koordinasi dengan tim desa.
“Kami minta tetap ada akses jalan warga. Nah sampai sekarang ini belum ada kepastian,” katanya.
Kades Jatirejo, Kecamatan Sawit, Suyadi menjelaskan, jika dulu memang ada akses jalan untuk warga tersebut. Namun, semenjak pembangunan tol, belum dibangunkan jalan pengganti. Padahal pihak tol sudah membangun drainase yang nantinya mengenai tanah milik warga.
“Ini pihak tol belum koordinasi dengan desa, sedangkan waktu itu sudah ada wacana kalau di bawah jalan tol bakal dikasih jalan untuk warga. Ini kok belum dibuatkan. Desa akan ikut mengawal agar warga mendapatkan akses jalan.”
Terpisah, Project Produksi Manager (PPM), PT Adhi Karya, Eko Prabowo memastikan bahwa pihaknya akan tetap membuatkan akses jalan bagi masyarakat. “Kalau sudah ada persetujuan permintaan jalan dari desa ke pengelola tol PT JogjaSolo Marga Makmur, segera kami bangun jalannya,” tandasnya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














