JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Anggota DPR RI Tegaskan Tak Ada Orang yang Kaya Dari Judi Online, Daripada Masuk ke Bandar Deposit 100 Ribu Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Judi online
Sosialisasi dan serap aspirasi oleh Anggota DPR RI Endang Maria Astuti di Wonogiri. Foto : istimewa
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPR RI Endang Maria Astuti soroti maraknya judi online dan pinjaman online. Dimana saat ini dari data terpercaya ada Rp 200 triliun uang masyarakat Indonesia yang langsung lari ke luar negeri menuju bandar judi online.

Padahal seharusnya jika uang tersebut bisa berputar di dalam negeri roda ekonomi tentu akan menggeliat dan membawa efek yang besar untuk perekonomian.

“Katakanlah satu orang deposit uang Rp100.000 ke judi online. Maka uang Rp100.000 itu akan langsung masuk ke rekening bandar yang ada di luar negeri bukan orang Indonesia. Bayangkan jika uang Rp100.000 itu bisa dibelanjakan ke warung sebelah. Tentu warung sebelah itu bisa mendapatkan keuntungan dan modal, yang kemudian mereka akan bisa terus berjualan. Otomatis daya beli masyarakat terjaga dan juga daya untuk menghidupi dirinya terus ada,” ujar Anggota DPR RI Endang Maria Astuti usai menggelar sosialisasi dan serap aspirasi sistem demokrasi Pancasila di kampus STAIMAS Wonogiri, Senin (16/10/2023).

Baca Juga :  Sadis, Korban Diduga Dibunuh Pakai Handuk Jasad Dibakar Lalu Dikubur, Terjadi di Setren Slogohimo Wonogiri

Mirisnya lagi promosi judi online itu merambah anak-anak SMP. Belum lagi semakin bertambahnya korban bunuh diri atau depresi akibat judi online.

Untuk memblokir maraknya judi online, masyarakat harus mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar. Setiap ada pertemuan setiap ada perkumpulan diharapkan ada edukasi agar masyarakat itu tidak tertarik, tidak tergiur untuk ikut judi online.

“Tidak ada orang yang berjudi termasuk judi online akan menjadi kaya. Nggak akan pernah ada ceritanya, yang kaya adalah bandarnya. Fakta itu sudah pasti,” tegas Endang Maria Astuti.

Menurut Endang Maria Astuti kenyataan seperti itu harus diedukasi. Semua pihak maklum kondisi masyarakat dengan ekonomi sulit kepingin mendapatkan mendapatkan uang dengan mudah. Tetapi harus diberi pembelajaran agar masyarakat tidak tertarik untuk ikut judi online.

Pemerintah juga harus jauh lebih serius untuk menangani permasalahan ini. Jangan sampai masyarakat kita pemikirannya terkontaminasi, sehingga mereka menjadi malas.

“Pada satu sisi pemerintah mestinya bisa memberikan stimulan atau bentuk pekerjaan apa yang membuat masyarakat itu tidak tergiur untuk mengikuti jadi online. Ini kerja bareng antar seluruh stakeholder,” sebut dia.

Baca Juga :  Setyo Sukarno Bakal Daftar Cabup Wonogiri Lewat PDI Perjuangan

Endang Maria Astuti meminta aparat untuk meningkatkan kapasitas dalam penyelesaian kasus kejahatan cyber salah satunya judi online tersebut. Mengingat sampai dengan hari ini kominfo merilis ada ratusan ribu website yang diblokir. Namun nyatanya setiap harinya juga muncul ratusan ribu website yang selalu muncul bahkan domainnya pun bisa masuk ke domain pemerintah Indonesia.

Disinggung soal efek jera, menurut politisi Partai Golkar tersebut, untuk tersangka kalau perlu dikenai pasal berlapis.

“Jika situs judi online tidak ada yang mengakses tentu mereka para bandar tidak akan kaya. Nah, pencegahannya ini yang penting,” tutur dia.

Sementara banyak aspirasi yang masuk dalam kegiatan tersebut, misalnya akses bantuan untuk Posyandu lansia sangat minim. Terutama petugas Posyandu yang kesejahteraannya kurang. Sehingga meminta ada perhatian khusus bagi petugas-petugas Posyandu yang ada di Wonogiri. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com