Beranda Daerah Wonogiri Jalan Rusak Ngadirojo-Girowoyo Bakal Diperbaiki! Aspal Baru atau Janji Baru?

Jalan Rusak Ngadirojo-Girowoyo Bakal Diperbaiki! Aspal Baru atau Janji Baru?

Jalan rusak
Pengendara melintas di dekat lubang jalan di Krapyak, Nguntoronadi Wonogiri, Senin (16/12/2024). Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jika selama ini warga Wonogiri merasa lebih sering menghitung jumlah lubang daripada jumlah kendaraan yang melintas, mungkin tahun 2026 bisa menjadi titik perubahan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya memasukkan sejumlah ruas jalan provinsi di Wonogiri ke dalam daftar rehabilitasi setelah berbagai keluhan masyarakat terus bermunculan dari waktu ke waktu.

Keluhan soal jalan rusak memang bukan cerita baru. Dari pengendara motor yang harus ekstra waspada, sopir yang mengeluhkan kerusakan kendaraan, hingga unggahan netizen yang berkali-kali viral, semuanya seolah menjadi alarm bahwa kondisi sejumlah ruas jalan membutuhkan perhatian serius. Kini, perhatian itu mulai terlihat lewat program perbaikan yang telah disiapkan Pemprov Jateng.

Di tengah derasnya kritik masyarakat soal infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah mengumumkan rehabilitasi sejumlah jalan provinsi di berbagai daerah. Menariknya, Wonogiri menjadi salah satu wilayah yang memperoleh porsi penanganan pada beberapa ruas strategis yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga.

Berikut daftar ruas jalan di Wonogiri yang masuk program rehabilitasi tahun 2026:

✓ Ngadirojo – Biting – Perbatasan Jawa Timur

✓ Ngadirojo – Giriwoyo

✓ Wonogiri – Manyaran – Blimbing

Tiga ruas tersebut bukan jalan sembarangan. Jalur-jalur ini menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, distribusi barang, perjalanan antarwilayah, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.

Ruas Ngadirojo–Biting menuju perbatasan Jawa Timur misalnya, menjadi jalur penghubung strategis yang cukup padat dilalui kendaraan dari dua provinsi. Kondisi jalan yang baik tentu sangat dibutuhkan agar arus transportasi lebih lancar dan aman.

Baca Juga :  Pria Diduga Bunuh Diri di Sendangrejo Baturetno! Istri Temukan Suami Meninggal di Ruang Tamu

Sementara ruas Ngadirojo–Giriwoyo selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat kawasan selatan Wonogiri. Sedangkan ruas Wonogiri–Manyaran–Blimbing merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah pusat aktivitas warga dan kawasan pertumbuhan ekonomi.

Tak sedikit warga menyebut kerusakan jalan sebagai “ujian kesabaran harian” bagi pengendara. Bahkan muncul sindiran bahwa pengendara sering kali harus menghafal posisi lubang lebih baik daripada menghafal rambu lalu lintas. Kini, harapan mulai muncul setelah ketiga ruas tersebut resmi masuk daftar rehabilitasi.

Di luar Wonogiri, Pemprov Jawa Tengah juga melakukan rehabilitasi sejumlah ruas jalan lain seperti Pati–Tayu, Pati–Kayen–Sukolilo, Jepara–Kudus, Patikraja–Kaliori, Sidareja–Cukangleusleus, Karanganyar–Tawangmangu–Kalisoro, Sapuran–Kepil, Bandungsari–Paningkaban, hingga Bandungsari–Salem.

Tak hanya rehabilitasi jalan, pemerintah juga menggelar peningkatan kualitas jalan pada sejumlah ruas strategis di berbagai daerah Jawa Tengah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas masyarakat.

Selain proyek rehabilitasi dan peningkatan jalan, Pemprov Jateng juga mengalokasikan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan. Sementara pemeliharaan jembatan dilakukan sepanjang 26.445,77 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan infrastruktur, termasuk pada sejumlah ruas yang mengalami kerusakan berat.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh jajarannya bergerak cepat merespons berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dan infrastruktur.

Baca Juga :  LINK DOWNLOAD DOKUMEN SPMB JATENG 2026! Ribuan Calon Siswa Berebut Juknis, Jangan Daftar Sebelum Unduh Berkas Ini

Menurutnya, berbagai laporan warga yang viral di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi agar pemerintah semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan jalan harus mengutamakan kualitas dan tidak boleh dilakukan asal jadi.

Pernyataan tersebut tentu menjadi perhatian masyarakat Wonogiri. Sebab warga tidak hanya menunggu alat berat datang, tetapi juga berharap hasil pekerjaan benar-benar awet dan tidak berubah menjadi proyek tambal sulam yang kembali rusak saat musim hujan tiba.

Kini bola ada di lapangan pelaksana proyek. Warga berharap daftar perbaikan yang sudah diumumkan benar-benar terasa manfaatnya di lapangan. Sebab bagi masyarakat, jalan mulus bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, melainkan urusan ekonomi, keselamatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Ketika jalan rusak bisa viral dalam hitungan jam, masyarakat tentu berharap kualitas perbaikannya juga mampu bertahan bertahun-tahun, bukan hanya bertahan sampai foto peresmian selesai diunggah ke media sosial. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.