
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi El Nino dan Inflasi berkelanjutan yang berdampak pada masyarakat Indonesia saat ini, Kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat Kecamatan Tanon yang terdampak El Nino dan Inflasi.
Pembagian bantuan paket sembako dilakukan di kantor UPK DAPM Kecamatan Tanon di jalan raya Gabugan – Sragen, Desa Jono, Selasa (31/10/2023).
Pembagian bantuan dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2023. Total ada 1.017 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat Kecamatan Tanon.
Setiap paket sembako berisi minyak goreng, gula pasir, roti kering, teh, susu, dan mie instan.
Pada JOGLOSEMARNEWS.COM Manager UPK DAPM Kecamatan Tanon, Hartawan mengatakan bahwa pembagian bantuan paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian UPK DAPM terhadap masyarakat yang terdampak El Nino dan Inflasi.
“Gebyar tahun ini memang beda ketimbang tahun-tahun sebelumnya, dulu gebyar UPK berupa hadiah TV dan Kulkas, namun tahun ini kita melihat situasi yang berbeda makanya kita alihkan pemberian paket sembako bagi anggota kelompok SPP-UEP DAPM wilayah kecamatan Tanon,” kata Hartawan.
Menurut Hartawan, UPK DAPM adalah unit pendamping kelompok-kelompok UMKM, dengan adanya lembaga yang sudah berjalan bertahun tahun ini, ikut membangun kelompok masyarakat dan usaha kecil untuk maju dan berkembang dengan cara pendampingan dan meminjamkan dana.
“Ada 200 kelompok lebih di kecamatan Tanon yang saat ini kita beri pendampingan dan dana pinjaman kita berikan, pinjaman di kita itu sangat murah, mudah dan sangat gampang, tidak ada potongan administrasi, provesi ngak ada agunan jaminan, hanya butuh KTP dan KK saja tapi berbasis kelompok, itu yang kita dampingi dan fasilitasi, dari pinjaman itu kita kembalikan pada masyarakat lagi melalui kelompok kadang juga pada masyarakat langsung bantuan yang kita berikan, dari masyarakat untuk masyarakat kembali,” jelasnya.
Ada beberapa jenis UMKM atau usaha-usaha kecil yang difasilitasi dan pendampingan hingga bantuan dana oleh kantor UPK DAPM.
“Kelompok kita yang dibantu itu ada kelompok tani, ternak, usaha kecil, gerabah kecil dan semua usaha yang tidak bisa mengakses perbankan, tentu ini menjadi akses mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan permodalan, kalau di kita tanpa BI Checking, harus punya kelompok yang terdiri dari 9 orang dan minimal 5 orang, total dana yang kita berikan minimal 2 juta dan paling besar pinjaman 100 juta lebih, tergantung perkembangan kelompok dan jumlah kelompok,” bebernya.
Siti Kalimah (40) warga Desa Padas, Tanon, Sragen nasabah dan sekaligus penerima bantuan sembako mengaku terbantu dan senang.
“Iya alhamdulilah senang sekali ini tadi dibantu paket sembako, kalau sebelumnya diundi dapat hadiah elektronik, tahun ini semua dapat paket sembako,” ujarnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













