Beranda Umum Generasi Milenial Diajak Peduli Perubahan Iklim

Generasi Milenial Diajak Peduli Perubahan Iklim

Kepedulian terhadap perubahan iklim tak hanya penting bagi para pengambil kebijakan, namun juga bagi kaum milenial | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Perusahaan swasta Danone Indonesia mengajak generasi milenial untuk peduli terhadap perubahan iklim. Salah satunya adalah lewat upaya inovasi mitigasi secara lebih massif.

Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menuturkan, sejumlah langkah telah dilakukan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup di mana hal itu sebagian dari visi perusahaan.

“Kami mendukung net zero emission pada 2050, namun di antaranya 2030 mencapai target pemenuhan jejak karbon dari operasional secara signifikan,” ujarnya, Jumat (22/12/2023), seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Ratih menambahkan, upaya tersebut mulai dari penggunaan energi terbarukan, pengurangan energi fosil, dan memastikan produk dihasilkan melalui sistem pertanian regeneratif. Dalam hal ini, komoditas yang dipakai tidak berasal dari lahan yang mengalami deforestasi.

Selain itu, sejak tahun 2017 perusahaan tersebut telah mengembangkan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTSA) di beberapa pabrik dan memiliki komitmen untuk menerapkan di seluruh pabriknya di Indonesia pada tahun 2025.

“Kami juga berupaya memastikan penggunaan kemasan mengandung material daur ulang karena jika tidak maka akan berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Kemudian sistem logistik harus lebih efisien dan meminimalisasi sampah. Kami berharap sejumlah langkah pro lingkungan ini bisa diiringi iklim kondusif agar industri menjadi lebih mudah dalam memanfaatkan energi terbarukan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Hogi Minaya, Komisi III DPR RI Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Di sisi lain, Danone juga mendorong inisiatif pengelolaan sampah yang efisien. Oleh karena itu, selain melakukan edukasi kepada masyarakat dan mendukung pengembangan bank sampah di sekitar pabrik, pihaknya juga membangun infrastruktur tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST).

“Karena sampah juga berkontribusi terhadap gas rumah kaca. Apalagi kalau kami lihat sampah makanan itu secara global berkontribusi terhadap sampah sekitar 12 persen.  Di tempat pembuangan akhir (TPA) misalnya, sampah makanan itu melepaskan gas metan,” terangnya.

Sementara itu, paparan tersebut juga disampaikan pada acara diskusi bertema Lingkungan Hidup; Kolaborasi Swasta, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, belum lama ini.

Baca Juga :  Hipmi Jawara Go Global Lepas Produk UMKM Jateng Ekspor Ke Sejumlah Negara

Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Muhammad Nurcholis mengatakan Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan dan organisasi memiliki perhatian penuh terhadap perubahan iklim.

“Bagaimana iklim kita saat ini tidak hanya mempengaruhi flora dan fauna tetapi juga menentukan kesehatan manusia. Karena itu diperlukan aksi nyata untuk menjaga iklim dengan menekan emisi karbon,” tukasnya. Suhamdani

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.