JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ngeri, 3 Bulan Tidur di Atas Makam Korban yang Dibunuhnya Sendiri, Nyata Terjadi di Ciman Semagar Girimarto Wonogiri

Orang hilang
Konferensi pers pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi yang bikin geleng geleng kepala sukses dilakukan Sarmo, pelaku pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri.

Bagaimana tidak? Dia setelah mengeksekusi korbannya, lantas memakamkannya sendiri di dalam tanah di bawah tempat tidur.

Dia tidur di atas makam korban selama sekitar tiga bulan.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan pelaku membunuh dengan cara meracuni korban menggunakan apotas lewat minuman. Kemudian pelaku mengubur sendiri kedua korban.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku mengubur korban Sunaryo di dalam rumah. Korban dikubur di bawah dipan alias ranjang yang digunakan pelaku untuk tidur sehari-hari.

“Kerangka korban (Sunaryo) ini ditemukan di belakang rumah (rumah kecil di tempat penggergajian milik Sarmo). Sebelumnya ditimbun di bawah dipan (dalam rumah) tempat pelaku tidur,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah akhir pekan lalu.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah membeberkan, palaku pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri tidur di atas kuburan korban selama tiga bulan. Saat itu jenazah korban disiram solar agar baunya tidak tercium anjing pelacak.

Kuburan itu akhirnya dibongkar sendiri oleh pelaku yang takut aksinya sadisnya ketahuan polisi. Usai dibongkar, jasad korban dibakar dan tulangnya ditumbuk.

Diwartakan sebelumnya publik Wonogiri digemparkan dengan kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri.

Baca Juga :  Anak TK Pengin Jadi Anggota Dewan, Diundang PIIAD Wonogiri Sekalian Kartinian, PAP? Ini Loh

Dalam kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri itu terdapat dua korban tewas.

Kedua korban tewas pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri dieksekusi dengan racun apotas.

Polres Wonogiri menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri yang berawal dari utang piutang dengan tersangka Sarmo (35) warga Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri di halaman Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023)

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkapkan pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri yang dilakukan oleh tersangka dengan korban adalah Agung Santosa (47) warga Gombang Sajen Kecamatan Trucuk Klaten dan Sunaryo (47) warga Panggil Jatipurno Wonogiri.

Pengungkapan kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri ini berawal dari pengungkapan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh pelaku di wilayah Ngadirojo Wonogiri.

“Berawal dari situ, Resmob Polres Wonogiri mendapatkan informasi bahwasanya pelaku ini dulunya pernah memiliki permasalahan dengan korban Sunaryo dari hasil penyelidikan bahwasanya pelaku ini memiliki hubungan atas hilangnya korban Sunaryo . Berbekal rekaman CCTV dan bukti ancaman melalui SMS yang berasal dari HP pelaku, anggota mengintrogasi pelaku hingga akirnya pelaku mengakui perbuatanya telah menghilangkan nyawa Sunaryo pada 27 April 2022,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Selanjutnya anggota meminta pelaku untuk menunjukkan dimana pelaku menyembunyikan mayat korban. Oleh pelaku ditunjukkan dimana korban di kuburkan.

Baca Juga :  Lowongan Bupati! PDIP Segera Buka Penjaringan Cabup Wonogiri 2024

Kapolres menambahkan, berbekal pengakuan pelaku tersebut akhirnya anggota kembali menanyakan terkait hilangnya Agung Santosa (47) yang berdasarkan laporan keluarga pada tahun 2021 di Polres Wonogiri bahwasanya Agung Santosa terakhir kali berpamitan dengan keluarganya adalah untuk menemui pelaku untuk menagih hutang.

Akhirnya pelaku mengakui telah menghilangkan nyawa Agung dan telah menguburkan jasadnya di ladang.

Berdasarkan pengakuan pelaku tersebut, kemudian petugas Polres Wonogiri dibantu warga sekitar mengevakuasi sejumlah mayat yang dikubur pada sebidang kebun di Desa Semagar Girimarto Wonogiri.

Mayat-mayat itu diduga korban pembunuhan berencana yang dilakukan Sarmo dengan modus utang piutang

“Kepada penyidik pelaku mengaku kesal terus-menerus ditagih korban. Pelaku akhirnya memberi korbannya minuman yang telah dicampur dengan potas (potassium sianida) sehingga tewas lalu jasadnya dikubur di kebun,” tandas Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Selain karena kesal terus-menerus ditagih, tersangka juga takut dilaporkan oleh korban ke penegak hukum, sehingga diracunlah korban ini,” tegas Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Terkait kasus tersebut, Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan penyidik telah menetapkan satu tersangka yakni Sarmo.

Menurut dia, penyidik Satreskrim Polres Wonogiri hingga saat ini masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait dengan kemungkinan adanya korban lain. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com