JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bambang Pacul PDIP Turun Gunung Ke Sragen Temui Warga NU dan Kader Kecamatan Gondang, Ini Yang Disampaikan..

Bambang Pacul ketua DPD PDIP Jawa Tengah turun gunung ke Sragen temui warga NU dan Kader di wilayah Kecamatan Gondang, Sragen , Minggu (14/1/2024) || Foto Huri Yanto
Bambang Pacul ketua DPD PDIP Jawa Tengah turun gunung ke Sragen temui warga NU dan Kader di wilayah Kecamatan Gondang, Sragen , Minggu (14/1/2024) || Foto Huri Yanto
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pasca ditinggalkan keluarga presiden Joko Widodo (Jokowi) barisan kader dan pengurus partai PDI Perjuangan kabupaten Sragen terlihat semakin kompak dan solid jelang hari H pemilu presiden 2024 yang tinggal menghitung hari, hal itu ditambah dengan datangnya sosok Bambang Wuryanto atau sering dipanggil Bambang Pacul dengan turun gunung ke Sragen untuk mengecas dan memberi semangat pada barisan kader dan pengurus PDIP Sragen serta menemui warga NU di wilayah kecamatan Gondang, Sragen, Minggu (14/1/2024).

Sebelum menemui kader dan warga NU di Gondang, Bambang Pacul menyempatkan diri meletakkan batu pertama pembangunan padepokan Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) di Desa Patihan, Sidoharjo, Sragen.

Baca Juga :  Siswi SMPN 3 Gemolong Raih Juara Puteri Pelajar Indonesia 2024

Setelah melakukan peletakan batu pertama Bambang Pacul melanjutkan perjalanan ke wilayah Sragen timur menemui kader dan warga NU di Gedung Merah Putih.

Sesampainya di Gondang, Bambang Pacul disambut puluhan anggota Banser dan warga NU lainnya.

“Untuk kawan kawan NU saya bersama sama, kakek saya berpesan kalau jadi Satrio itu Satrio Jawa berpihaklah pada mereka yang berada pada posisi bawah, jadi saya itu reflek bantu orang,” kata Bambang Pacul.

Baca Juga :  Karang Taruna Prima Sejati Dukuh Driyan, Masaran Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Kalangan Anak Muda

Selain itu, ditengah-tengah broadcast bersama warga NU dan Kader di Gondang, Bambang Pacul juga mengatakan bahwa membantu warga miskin dan masyarakat harus dilakukan, seperti waktu ia menjabat di komisi tujuh.

“Saya di komisi tujuh pak SBY waktu itu listrik tidak ada yang naik, jadi dari 2004 sampai 2012 tidak ada kenaikan listrik, kenapa kalau listrik naik kasihan warga miskin, yang beban tinggi subsidi harus jalan. Kalau listrik sukses tapi BBM ngak bisa,” ujarnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com