JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Warga Blitar Dihebohkan Penemuan 2 Mayat di Shelter Anjing, Kondisinya Hampir membusuk

ilustrasi mayat, di Malaysia seorang wanita meninggal karena menjadi korban suntik pembesar payudara
(Ilustrasi mayat) Ditemukan mayat dengan luka-luka dibuang di depan kantor Kementan / tempo.co
   

BLITAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bau busuk menyengat yang tercium oleh warga di dekat tempat penitipan anjing di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sanawetan, Kota Blitar, akhirnya terkuak setelah ditemukannya dua mayat orang yang hampir membusuk.

Menurut cerita Ketua RW di lingkungan tersebut, Siswanto, pada mulanya, warganya semula resah karena tercium bau tidak sedap dari selter anjing tersebut. Ia pun kemudian nekat ke lokasi dan mengetahui ada mayat.

“Saya ke lokasi dan setelah melakukan investigasi, ternyata ada mayat. Lalu di sudut lainnya juga  ada mayat dengan kondisi serupa,” kata Siswanto, 1 Januari 2024.

Korban yang meninggal tersebut diketahui bernama Erlin (47). Selama ini ia diketahui tinggal bersama seorang asisten rumah tangga yang belum diketahui namanya.

Temuan itu kemudian ditangani oleh aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur. Kasatreskrim Polres Blitar Kota Ajun Komisaris Hendro Utaryo membenarkan cerita Siswanto. Ia mengatakan, anggotanya datang ke lokasi dan menemukan korban sudah dalam kondisi mulai membusuk.

Saat proses evakuasi, Hendro mengatakan anak buahnya sempat kesulitan lantaran pintu rumah terkunci. Hingga kemudian mereka membuka paksa dan akhirnya berhasil. Petugas pun masuk ke dalam rumah korban.

Petugas harus membawa tongkat panjang saat hendak evakuasi, lantaran di dalam rumah terdapat beberapa ekor anjing yang dibiarkan bebas. Sementara beberapa lainnya ada di dalam pagar dengan pagar panjang.

Dengan tongkat panjang, petugas berhasil menghalau anjing-anjing tersebut dan kemudian mengevakuasi mayat tersebut.

“Saat ditemukan kondisinya sudah membusuk, kemungkinan lebih dari tiga hari. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya di Blitar, Senin malam.

Menurut Hendro, penyidik masih belum mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban, termasuk apakah ada dugaan pembunuhan. Musababnya, kata dia, ditemukan darah di sekitar tubuh korban. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jenazah akan dilakukan autopsi.

“Tadi ada bercak darah sedikit, makanya dokter forensik yang bisa memastikan penyebabnya. Kalau dugaan ada dugaan tidak wajar, tapi kami belum bisa memastikan dan masih dalami lebih lanjut,” kata dia.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com