Beranda Daerah Solo Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran 2024, BI Solo Koordinasi dengan Kabupaten Sekitar Solo

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran 2024, BI Solo Koordinasi dengan Kabupaten Sekitar Solo

Kepala BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat / Foto: Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) Solo terus berupaya mengendalikan angka inflasi menjelang Lebaran 2024. Salah satu upaya dilakukan dengan koordinasi antar wilayah di Soloraya.

Kepala Perwakilan (Kpw) BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan sampai saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan asisten dua di masing-masing kabupaten/kota di Soloraya.

“Kondisinya saat ini ada kabupaten yang surplus, ada yang defisit. Misalnya Solo kan konsumen ya, tidak banyak produsennya. Pada saat defisit terjadi di Kota Solo maka harga akan naik, tapi di daerah lain di Soloraya ada yang surplus, misalnya Boyolali, atau mungkin Karanganyar, Wonogiri,” ujarnya, Selasa (19/3/2024).

Antok menambahkan, saat ada kerja sama antar kabupaten/kota di Solorata harapannya ada komunikasi. Dengan demikian akan terjadi kerjasama di bidang perdagangan. Terkait hal itu, saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi perjanjian kerja sama antarkabupaten.

Baca Juga :  Jadi Saksi Fakta Sidang CLS, Mantan Wakapolri Sebut Foto Ijazah Jokowi Berbeda dengan Aslinya

“Dengan demikian, harapannya bisa ada kerja sama antar pemerintah daerah. Di dalamnya ada bussines to bussines juga yang saling bekerja sama di situ,” bebernya.

Di sisi lain, terkait proyeksi inflasi pada Lebaran tahun ini, tekanannya akan lebih besar dari sebelumnya. Dari sisi tekanan inflasi, ada beberapa komoditas pangan yang harganya masih cukup tinggi, di antaranya beras, daging ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

“Oleh karena itu, upaya pengendalian inflasi sedang kami rintis sekarang. Bulan April nanti ditambah lagi dari sisi transportasi. Soloraya justru yang dominan transportasi atau angkutan darat karena lebih banyak pilihan. Sehingga kombinasi berbagai kondisi yang terjadi di April akan menambah tekanan inflasi,” ungkap Antok.

Ia berharap beberapa daerah yang sudah mulai panen raya padi dapat mengendalikan harga di pasaran.

“Harapannya bulan April makin banyak volume panen. Jadi meski permintaan tinggi inflasi beras mulai termoderasi. Selanjutnya, dampaknya ke komoditas nasi dan lauk karena saat Lebaran permintaan terbanyak ada di nasi dan lauk,” tukasnya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.