JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Suasana Pilkada 2024 Sudah Menghangat di Boyolali, Sejumlah Baliho Bertebaran di Sudut-sudut Strategis

Baliho-baliho tokoh yang dijagokan dalam Pilkada 2024 mulai bertebaran di sudut-sudut kota Boyolali / Foto: Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pilkada serentak dijadwalkan berlangsung pada November 2024, termasuk di Boyolali.

Kendati masih lumayan lama,  namun saat ini, suhu politik pun mulai mengangat dengan munculnya sejumlah baliho bakal calon bupati.

Baliho- baliho tersebut dipasang di sejumlah tempat strategis.

Sebelumnya paling awal ada baliho Devid Agus Yunanto, mantan asisten pribadi Jokowi. Kini sejumlah baliho lain pun bermunculan.

Antara lain, Anas Syahirul Alim atau yang biasa disapa Mas Anas, Tugiman dari PKS, Fuadi (Golkar) hingga Fauzan Arif Munandar, seorang tokoh Gerakan Pemuda Ansor di Boyolali.

Menurut Ketua PS BOLALIAR atau Perserikatan Sedulur Boyolali Anyar, Asep Abdullah Rowi, pihaknya bakal ikut mengambil peran dalam pilkada Boyolali dengan mengajukan Anas Syahirul Alim. Sebagai wadah relawan, PS BOLALIAR lahir di tengah suasana yang ‘gitu-gitu aja’.

Dijelaskan, PS BOLALIAR sudah melakukan diskusi mendalam. Baik sesama relawan, masyarakat maupun dengan berbagai elemen di lapangan. Itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk menjaring siapa calon alternatif untuk memimpin Boyolali.

Baca Juga :  Pemkab Boyolali Gelontorkan Dana Hibah Rp 3,42 Miliar, Ini Peruntukannya

“Bak bola yang ditendang, PS BOLALIAR terus menggelinding sehingga akhirnya kami harus mengutarakan isi hati  dan kepala dalam mengusulkan sosok calon pemimpin. Kami mengajukan nama Anas Syahirul Alim atau biasa disapa Mas Anas,” katanya, Jumat (19/4/2024).

Disebutkan, Anas yang asli Sawit, Boyolali itu sebagai sosok alternatif, pembaharu dan muda.

“Pria yang malang melintang di dunia media, komisi penyiran dan bisnis itu, telah menempati berbagai posisi penting seperti Direktur Utama di berbagai media besar.”

Sementara itu, Sekretris DPC Partai Gerindra Boyolali, Rohmad Junaidi menegaskan bahwa Gerindra tetap konsisten untuk menyodorkan calon selain PDIP.

“Gerindra Boyolali konsisten akan tetap menawarkan perubahan.”

Berbagai alternatif calon baik internal partai maupun eksternal yang memiliki persamaan visi dan misi perubahan telah ditawarkan. Termasuk sosok yang dipertimbangkan adalah Devid Agus Yunanto.

Baca Juga :  JCH Embarkasi Solo yang Meninggal Bertambah, Soekisno Asal Pekalongan Wafat di RS Moewardi Solo

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Boyolali, Ahmad Kurniawan membenarkan adanya pemasangan baliho Fauzan Arif Munandar, seorang tokoh Gerakan Pemuda Ansor di Boyolali. Baliho Fauzan terpasang di beberapa titik strategis.

Diungkapkan, pemasangan baliho itu dilakukan oleh pengurus Ansor tingkat kecamatan atas kemauan sendiri.

“Pemasangan baliho itu adalah reaksi sahabat-sahabat Ansor di kalangan bawah yang menginginkan adanya kader Ansor untuk tampil maju sebagai calon Bupati Boyolali.”

Meski bukan dari partai politik, Kurniawan meyakini bahwa calon yang mereka usung mampu bersaing dengan calon lain dari partai politik.

“Demokrasi kita memungkinkan adanya calon independen. Jika memang tidak ada parpol yang meminang, kami siap mencalonkan kader kami melalui jalur independen. Karena barisan dibelakang kami ada puluhan ribu kader NU baik itu Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, PMII yang siap memberikan dukungannya,” jelas Kurniawan. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com