Beranda Nasional Jogja Tercebur di Sungai Oya, Gunungkidul, Bocah Ini Hilang dan Baru Ditemukan Tim...

Tercebur di Sungai Oya, Gunungkidul, Bocah Ini Hilang dan Baru Ditemukan Tim SAR 500 Meter dari Titik Tenggelamnya

Korban saat dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, Sabtu (30/3/2024) | tribunnews

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM Gegara terpeleset saat bermain di tepi sungai, bocah bernama Muhammad Taufik Ariyanto (13) tenggelam di Sungai Oya di Kelurahan Karangtengah Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul.

Korban baru dapat ditemukan oleh Tim SAR gabungan sekira pukul 13.00 WIB pada Sabtu (30/3/2024). Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia.

Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul, Sulis Haryanto, mengatakan korban ditemukan berjarak  sekitar  500 meter dari lokasi kejadian.

Sebagaimana diketahui, korban  tenggelam karena  terpeleset saat bermain di tepian sungai pada Jumat (27/3/2024) lalu.

“Setelah ditemukan dalam dievakuasi ternyata benar korban. Korban langsung kami bawa ke RSUD Wonosari,”ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (31/3/2024).

Ia mengatakan, dalam pencarian korban pihaknya menerjunkan sekitar 150 personel.

Ratusan personel itu dibagi atas lima SRU yakni SRU pertama  melaksanakan penyisiran menyusuri sungai  dengan body rafting radius 2 km dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Propam Periksa Kapolresta dan Kasat Lantas Sleman, Buntut Kasus Hogi Minaya

SRU kedua, melaksanakan pencarian visual dengan penyisiran tepian sungai dengan Aqua eye dan pemasangan rescue net sejauh 2 km dari lokasi kejadian.

SRU ketiga, melaksanakan pemantauan dari udara dengan drone thermal sejauh 2 km.

“Kemudian,  SRU empat menggunakan satu buah  perahu LCR melakukan Pencarian dari crosway gatak ke jembatan Baru ngalang Radius 3 km. Dan, SRU kelima menggunakan  perahu rafting dan kayak  melakukan pencarian dari LKM sampai gatak Radius 3 km. Dengan ditemukannya korban maka operasi pencarian kami tutup,”terang dia.

Atas kejadian ini, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika berada di sungai. Terlebih lagi, pada musim cuaca ekstrem seperti ini.

Baca Juga :  Mahasiswi Asal Pekalongan Mengaku Dianiaya Driver Taksi Online di Gamping Sleman

“Kalau bisa jauhi dulu kawasan sungai, karena musim cuaca ekstrem yang dapat membahayakan sebab debit dan arus air lebih tinggi. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama,” urainya.  

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.