Beranda Nasional Jogja Warga Gemblakan, Yogya Hilang Terseret Banjir Kali Code

Warga Gemblakan, Yogya Hilang Terseret Banjir Kali Code

ilustrasi korban banjir | Joglosemarnews
Ilustrasi | joglosemarnews.com

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM warga Gemblakan Bawah Rt 21 Rw 07 Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta bernama Basuki (55) terseret arus Kali Code Rabu (10/4/2024) petang.

Insiden itu tepatnya terjadi di di Jembatan Jambu, Gemblakan Bawah, Danurejan.

Sebenarnya, korban sempat ditarik tangannya oleh salah seorang warga yang tengah menjaring ikan untuk diselamatkan.

Namun karena arus cukup kuat, korban terlepas hingga akhirnya hanyut.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengatakan kejadian yang menimpa korban ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, kata Pipit, sebelum terseret arus, korban terlihat berjalan bolak-balik dan duduk di pagar jembatan Jambu.

Baca Juga :  IPI DIY Gelar Sertifikasi Kompetensi, 48 Pustakawan Ikuti Uji Profesionalisme

Tak berselang lama, tiba-tiba salah seorang warga bernama Subandi mendengar suara benda terjebur ke sungai.

“Saksi ini (Subandi) langsung mengecek di atas jembata, tapi korban sudah tidak ada,” kata Pipit.

Korban yang terjatuh ke dalam aliran sungai ini menurut Pipit sempat diketahui salah seorang warga bernama Aziz yang saat itu tengah menjaring di Jembatan Merah.

Aziz menurut Pipit sempat berusaha untuk menyelamatkan korban dengan menarik tangannya. Namun usaha itu gagal, Aziz tak bisa menarik korban ke pinggiran.

“Saksi Aziz ini sempat menarik tangan korban, tapi terlepas,” jelasnya.

Kejadian itu kemudian langsung dilaporkan ke pihat terkait.

Saat ini, lanjut Pipit, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan di Bantul, Satu Nyawa Melayang

Pencarian dilaksanakan dengan menerjunkan 1 SRU.

“Pemantauan darat di pinggir sungai,” ucapnya.

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.