Beranda Daerah Sragen Sakral, Bupati Sragen Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram Jelang Hari Jadi ke-278,...

Sakral, Bupati Sragen Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram Jelang Hari Jadi ke-278, Mengenang Sejarah dan Jasa Leluhur Sragen

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama rombongan pejabat Pemkab Sragen melakukan ziarah ke kompleks makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Selasa (21/5/2024) || dok Pemkab Sragen

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama rombongan pejabat Pemkab Sragen melakukan ziarah ke kompleks makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Selasa (21/5/2024). Ziarah ini merupakan tradisi rutin yang dilakukan setiap menjelang Hari Jadi Kabupaten Sragen, yang jatuh pada tanggal 27 Mei.

Ziarah diawali dengan mengunjungi makam Sultan Agung Hanyakrakusuma, pendiri Kesultanan Mataram Islam. Para peziarah kemudian melanjutkan ke makam raja-raja Mataram lainnya, termasuk makam Pangeran Mangkubumi, yang kelak menjadi Sultan Hamengkubuwono I.

Pangeran Mangkubumi memiliki peran penting dalam sejarah Sragen. Beliau mendirikan pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko, pada tanggal 27 Mei 1746, yang menjadi cikal bakal Kabupaten Sragen. Peristiwa inilah yang ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Sragen.

Bupati Yuni dalam sambutannya seperti dikutip dari halaman resmi pemkab sragen menyampaikan bahwa ziarah ini bertujuan untuk mengenang kembali sejarah dan jasa-jasa para leluhur Sragen. Beliau juga berpesan kepada seluruh masyarakat Sragen untuk selalu menjaga kerukunan dan guyub rukun, serta bersatu membangun Sragen.

Baca Juga :  Buntut Viral Dapur Makan Bergizi Dekat Kandang Babi, Pihak BGN Akhirnya Investigasi ke Sragen

“Kontribusi kita besar terhadap negara ini. Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Sragen, kepada anak-anak saya, orang tua saya, mari kita bangga menjadi warga Sragen,” pungkas Bupati Yuni.

Makna Ziarah bagi Masyarakat Sragen

Ziarah ke makam para leluhur bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Sragen. Ziarah ini menjadi pengingat akan sejarah dan perjuangan para leluhur dalam membangun Sragen. Selain itu, ziarah ini juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat untuk terus membangun Sragen ke arah yang lebih baik.

Tradisi Ziarah yang Diharapkan Terus Dilestarikan

Bupati Yuni berharap tradisi ziarah ini akan terus dilestarikan oleh generasi penerus. Beliau meyakini bahwa dengan mengenang sejarah dan jasa-jasa para leluhur, masyarakat Sragen akan semakin termotivasi untuk membangun Sragen menjadi lebih maju dan sejahtera.

Baca Juga :  Resmi Melanggar Aturan Dapur MBG Dekat Kandang Babi di Sragen Akhirnya Ditutup Total, Diberi Waktu 45 Hari Cari Lokasi Baru

Ziarah ke Imogiri merupakan salah satu wujud penghormatan kepada para leluhur dan bentuk kecintaan terhadap tanah air. Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai pengingat sejarah dan pembangkit semangat untuk membangun Sragen yang lebih baik. (*)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.