Beranda Nasional Jogja Gempa M 6,2 Pacitan Berdampak Luas, Bantul Catat Kerusakan Terbanyak

Gempa M 6,2 Pacitan Berdampak Luas, Bantul Catat Kerusakan Terbanyak

Ilustrasi gempa. Pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Getaran gempa yang datang tanpa peringatan pada Jumat dini hari memaksa warga Daerah Istimewa Yogyakarta terbangun dalam kepanikan. Meski pusat gempa berada di Pacitan, Jawa Timur, dampaknya menjalar kuat hingga DIY, melukai puluhan warga dan merusak bangunan, terutama di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melaporkan sebanyak 47 warga di berbagai wilayah DIY mengalami luka-luka akibat gempa tektonik bermagnitudo 6,2 tersebut. Selain korban luka, kerusakan fisik bangunan juga tercatat cukup signifikan, dengan konsentrasi dampak terbesar berada di Bantul dan Kota Jogja.

Gempa terjadi pada pukul 01.06.10 WIB. Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer. BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata dalam Situation Report (Sitrep) yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB menyebutkan, guncangan gempa dirasakan luas lintas provinsi.

“Gempa bumi tektonik ini berdampak dan dirasakan di Bantul, Sleman, Pacitan, Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Tuban, dan Jepara. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Agustinus dalam laporan tertulis BPBD DIY.

Baca Juga :  21.000 Warga Yogya Kehilangan Status JKN PBI, Pemkot Siapkan Skema Darurat

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD se-DIY, hingga berita ini disusun Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Di Kota Yogyakarta, dampak gempa tercatat di dua kemantren, yakni Umbulharjo dan Mergangsan. Kerusakan meliputi satu titik atap balai kampung atau fasilitas umum serta satu unit rumah warga.

Sementara itu, Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak paling luas. BPBD mencatat sedikitnya 11 kapanewon terdampak, meliputi Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, Pajangan, Bambanglipuro, dan Sedayu. Kerusakan mencakup 10 unit rumah, dua titik tempat ibadah, lima fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan.

Adapun di Kabupaten Gunungkidul, gempa berdampak di dua kapanewon, yakni Nglipar dan Semanu. Kerusakan yang tercatat berupa satu unit rumah, satu fasilitas pendidikan, satu akses jalan, dan satu talud, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 5,7 juta.

BPBD DIY menyatakan telah melakukan sejumlah langkah penanganan pascagempa bersama instansi terkait.

“Penanganan yang dilakukan meliputi pendataan dan asesmen, pembaruan informasi dari BMKG secara berkala, monitoring gempa susulan, distribusi logistik, serta pelaksanaan kerja bakti,” ujar Agustinus.

Baca Juga :  Kejar dan Tabrak Jambret, Korban di Yogya Ini Terima Piagam dari Kapolresta

Selain kerusakan bangunan, BPBD DIY juga mencatat 47 korban luka yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan rujukan, antara lain RSIY PDHI, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RS Rajawali Citra, RS Nur Hidayah, RSA UGM, RSU Permata Husada, RSU St Elisabeth, RSUD Saras Adyatma, RS UII, RSU Prambanan, Puskesmas Sanden, Harjolukito, serta RSKB.

Agustinus menegaskan, data yang disampaikan masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring pembaruan dari lapangan.

“Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai update terbaru,” demikian tertulis dalam laporan situasi BPBD DIY.

Informasi tersebut dihimpun dari BPBD, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta jaringan rumah sakit di seluruh wilayah DIY. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.