Beranda Daerah Wonogiri GILA! Kuota Gas Elpiji 3 Kg Wonogiri Anjlok 679 Ribu Tabung, Warga...

GILA! Kuota Gas Elpiji 3 Kg Wonogiri Anjlok 679 Ribu Tabung, Warga Terancam Berebut Jelang Lebaran 2026

Elpiji
Ilustrasi gudang elpiji. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar mengejutkan datang dari Kota Mete Wonogiri. Kuota gas elpiji 3 kilogram di Wonogiri untuk tahun 2026 resmi dipangkas lebih dari setengah juta tabung. Penurunan ini terungkap dalam rapat koordinasi cipta kondisi Ramadan 1447 H/2026 di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Senin (23/2/2026), dan langsung memantik kekhawatiran jelang lonjakan kebutuhan Lebaran.

Data yang dipaparkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Wonogiri, Wahyu Widayati, menunjukkan angka yang tak main-main. Tahun 2025, jatah gas melon untuk Wonogiri mencapai 31.218 metrik ton (MT) atau setara 10.406.000 lebih tabung. Namun di 2026, kuota itu turun menjadi 29.179 MT atau 9.726.333 tabung.

“Artinya, terjadi pengurangan 2.039 MT atau sekitar 679.667 tabung. Jika dihitung persentase, penurunannya mencapai 6,53 persen,” ungkap Wahyu Widayati.

Angka ini cukup signifikan mengingat gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan vital masyarakat kecil, pelaku UMKM, hingga pedagang makanan rumahan.

Penurunan kuota ini bukan kebijakan pemerintah daerah. Menurut Wahyu Widayati, kebijakan distribusi merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski begitu, Pemkab Wonogiri tak tinggal diam. Mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga Lebaran, langkah strategis langsung disiapkan.

Baca Juga :  Jelang Purna Tugas 40 Tahun Mengabdi, Teguh Setiyono Pamit di Kajian Ramadhan ASN Wonogiri, Suasana Haru Pecah di Ruang Khayangan!

✓ Mengajukan tambahan kuota fakultatif
✓ Berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga
✓ Memantau realisasi penyaluran bulanan
✓ Mengantisipasi potensi kelangkaan di tingkat pangkalan

Data Januari 2026 mencatat realisasi penyaluran sudah mencapai 9,30 persen dari total kuota tahunan. Jika tren konsumsi meningkat tajam selama Ramadan, potensi kelangkaan bukan hal mustahil. Inilah yang sedang dihitung serius oleh dinas terkait.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait kesulitan mendapatkan gas melon. Namun dengan penurunan hampir 700 ribu tabung dalam setahun, tekanan di lapangan bisa saja muncul sewaktu-waktu, terutama di wilayah padat penduduk dan sentra kuliner.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo juga menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama. Stabilitas distribusi dan pengawasan di tingkat agen hingga pangkalan akan menjadi faktor kunci agar tidak terjadi kepanikan atau permainan harga.

Baca Juga :  Gokil!Laba Pegadaian Melejit 42,6% Tembus Rp 8,34 Triliun di 2025, Ekosistem Emas Makin Gila-Gilaan

Gas elpiji 3 kilogram sendiri merupakan komoditas bersubsidi yang sangat sensitif. Sedikit saja gangguan distribusi bisa berdampak luas pada harga makanan, operasional UMKM, hingga beban rumah tangga. Dengan kuota yang lebih tipis tahun ini, efektivitas pengawasan dan kecepatan pengajuan tambahan kuota menjadi krusial.

Jika tambahan kuota fakultatif disetujui, tekanan bisa diredam. Namun jika tidak, Wonogiri berpotensi menghadapi dinamika distribusi yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.