Beranda Daerah Wonogiri Masih SD Tapi Mental Juara! Fardhan Bocah 9 Tahun dari Sukoroyom Kulon...

Masih SD Tapi Mental Juara! Fardhan Bocah 9 Tahun dari Sukoroyom Kulon Libas Lawan Sikat Juara 1 Tenis Meja

Tenis meja
Fardhan (kanan) bersama Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Atmosfer Gedung SEDAR Giritontro mendadak membara saat lomba tenis meja usia dini digelar Minggu (15/2/2026). Sorotan tertuju pada satu nama kecil dengan permainan besar: Fardhan, bocah 9 tahun dari PTM Skimes Sukoroyom Kulon yang tampil tanpa gentar menghadapi lawan-lawan berusia hingga 11 tahun.

Dengan gerakan kaki yang lincah, pukulan cepat penuh presisi, serta fokus tajam sepanjang laga, Fardhan menutup turnamen dengan gelar Juara 1. Ia tak sekadar menang, tetapi benar-benar mendominasi setiap pertandingan. Lawan-lawan yang secara usia lebih matang dipaksa mengakui keunggulannya.

Persaingan berlangsung ketat sejak babak awal. Ufa menunjukkan performa stabil dan konsisten hingga memastikan posisi Juara 2. Sementara Kian harus melewati laga sengit sebelum akhirnya mengamankan Juara 3. Setiap pertandingan dipenuhi sorak dukungan penonton yang memadati arena.

Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bahwa pembinaan usia dini mulai menunjukkan hasil nyata. Kompetisi resmi dibuka Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma, yang hadir langsung memberi dukungan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembinaan olahraga sejak anak-anak sebagai fondasi mencetak generasi sehat, disiplin, dan bermental kuat.

Baca Juga :  Masih Kelas 3 SD! Aksi Kiper Cilik Wonogiri Ini Bikin Lawan Frustrasi, Mentalnya Bukan Main

Menurutnya, turnamen seperti ini bukan hanya soal piala, melainkan pembentukan karakter dan sportivitas sejak dini.

“Kami berharap agenda serupa dapat digelar rutin dan menjadi kalender tetap di wilayah Giritontro,” ujar Camat.

Ketua panitia, Hasan, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan kepelatihan tenis meja tingkat provinsi. Fokus utama saat ini adalah pembinaan atlet usia dini agar memiliki jam terbang dan mental tanding sejak awal. Panitia bahkan telah menyiapkan rencana turnamen rutin setiap tiga bulan dengan sistem tuan rumah bergilir antar kecamatan.

✓ Pembinaan atlet usia dini berjenjang
✓ Turnamen rutin tiga bulanan
✓ Sistem tuan rumah bergilir antar kecamatan
✓ Ajang silaturahmi komunitas tenis meja
✓ Peningkatan jam terbang dan mental tanding

Pelatih tenis meja usia dini Giritontro, Toufik Ghozali, tak menutupi rasa bangganya. Ia menilai perkembangan teknik dan mental para atlet muda meningkat pesat. Menurutnya, potensi besar sudah terlihat dan tinggal diasah secara konsisten agar mampu bersaing di level lebih tinggi.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Slogohimo Dianggarkan 17,17 M, Bangunan 1 Lantai Target Rampung Akhir 2026

Momen paling mengharukan terjadi usai pertandingan saat para juara berfoto bersama Camat Giritontro. Wajah-wajah kecil penuh senyum itu menjadi simbol harapan lahirnya atlet-atlet masa depan dari desa.

Prestasi Fardhan dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa bakat besar bisa tumbuh dari daerah. Dengan dukungan pembinaan berkelanjutan, bukan tidak mungkin Giritontro melahirkan atlet tenis meja yang menembus level provinsi hingga nasional. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.