WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Misteri hilangnya seorang nelayan di perairan selatan Kabupaten Wonogiri masih belum terpecahkan. Setelah kapal milik korban ditemukan terdampar di Pantai Watumandi, Dusun Dawung, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, tim gabungan terus mengintensifkan pencarian di sepanjang garis pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak ganas dan arus kuat.
Operasi pencarian lanjutan digelar pada Senin (2/3/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Upaya ini merupakan kelanjutan dari laporan hilangnya nelayan sejak Kamis (26/2/2026) saat melaut di perairan selatan Paranggupito. Hingga hari kelima pencarian, korban masih belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Jumali (50), warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jatim. Hilangnya korban memicu perhatian serius aparat dan masyarakat pesisir, mengingat kapal yang digunakan telah ditemukan tanpa awak dalam kondisi terdampar di bibir pantai.
Tim gabungan dikerahkan secara maksimal dengan menyisir sejumlah titik rawan di sepanjang pesisir selatan Wonogiri. Medan pencarian yang luas serta kondisi gelombang laut menjadi tantangan utama dalam operasi tersebut.
Adapun lokasi penyisiran meliputi:
✓ Pantai Watumandi
✓ Pantai Kalimirah
✓ Pantai Karangpayung
✓ Pantai Waru
✓ Pantai Nampu
✓ Pantai Sembukan
✓ Pantai Klotok
✓ Pantai Dadapan
Operasi ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi yang bekerja secara terpadu, antara lain:
✓ Polsek Paranggupito
✓ Koramil 25 Paranggupito
✓ BPBD Kabupaten Wonogiri
✓ Basarnas Trenggalek
✓ PMI Kabupaten Pacitan
✓ Pemerintah Kecamatan Paranggupito
✓ Relawan dan masyarakat setempat
Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto turun langsung memimpin pengawasan di lapangan untuk memastikan seluruh proses pencarian berjalan aman dan terkendali. Pengaturan personel dilakukan secara bergantian guna menjaga efektivitas operasi sekaligus keselamatan petugas.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa pencarian terus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan koordinasi lintas sektor yang diperkuat setiap hari.
Menurutnya, seluruh unsur yang terlibat tetap mengedepankan keselamatan personel mengingat kondisi laut selatan yang dinamis dan berpotensi membahayakan tim pencari.
“Selain fokus pada pencarian, kepolisian juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau benda mencurigakan di sepanjang pantai,” sebut AKP Anom Prabowo.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi pencarian terpantau aman dan kondusif. Aparat memastikan perkembangan terbaru akan terus disampaikan kepada publik secara berkala seiring berjalannya operasi pencarian. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















