JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi pada Maret 2026. Di tengah kondisi global yang belum stabil, penyesuaian harga ini berpotensi menambah beban masyarakat, terutama pengguna BBM jenis Pertamax dan sejenisnya.
PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM yang berlaku di seluruh SPBU Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, per Kamis (19/3/2026).
Kabar baiknya, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga. Namun, lima jenis BBM nonsubsidi justru mengalami kenaikan cukup signifikan.
Di wilayah Jawa Tengah, harga Pertamax kini naik Rp 500, dari sebelumnya Rp 11.800 menjadi Rp 12.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo ikut terdongkrak dari Rp 12.700 menjadi Rp 13.100 per liter, atau naik Rp 400.
Untuk Pertamax Green, harganya juga meningkat dari Rp 12.450 menjadi Rp 12.900 per liter.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada Dexlite yang melonjak Rp 950, dari Rp 13.250 menjadi Rp 14.200 per liter.
Adapun Pertamina Dex kini dibanderol Rp 14.500 per liter setelah mengalami kenaikan Rp 1.000 dari harga sebelumnya.
Penyesuaian harga ini disebut mengacu pada tren harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, faktor geopolitik seperti memanasnya konflik global juga turut memengaruhi kebijakan harga energi.
Secara nasional, harga BBM memang bervariasi di tiap wilayah, menyesuaikan dengan distribusi dan kebijakan regional. Namun untuk wilayah Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga yang berlaku relatif seragam.
Berikut daftar harga BBM di Jawa Tengah per 19 Maret 2026:
- Pertamax: Rp 12.300
- Pertamax Turbo: Rp 13.100
- Pertamax Green: Rp 12.900
- Dexlite: Rp 14.200
- Pertamina Dex: Rp 14.500
- Pertalite: Rp 10.000
- Biosolar: Rp 6.800
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM, mengingat penyesuaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan kebijakan pemerintah. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















