Beranda Nasional Jogja Bermula dari Sebatang Rokok, Lansia 94 Tahun di Semarang Tewas Terbakar

Bermula dari Sebatang Rokok, Lansia 94 Tahun di Semarang Tewas Terbakar

Ilustrasi rokok ilegal | pixabay

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Diduga gegara sebatang rokok, seorang Lansia, Wahyono (94) warga Jalan Dr. Wahidun, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang tewas terbakar.

Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa korban terjadi di rumahnya sendiri dan hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas merokok korban di dalam kamar yang kemungkinan memicu munculnya api.

Penghuni rumah yang juga menantu korban, Rijono Subroto, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui berasal dari kamar mertuanya. Ia menduga sumber api berkaitan dengan kebiasaan korban yang sering merokok pada pagi hari.

“Praduga saya saja ya, soal kebenaran saya belum tahu, biar penyelidikan. Menurut saya, besar kemungkinan api dari rokok mertua saya. Mertua saya kalau pagi sering merokok,” kata Rijono.

Menurutnya, sejumlah tanda di lokasi kebakaran menguatkan dugaan bahwa api muncul dari dalam kamar, bukan dari instalasi listrik.

Baca Juga :  Gegara Bangunkan Pemuda dari Tidur, Jukir di Gamping Ini Ditusuk dengan Sajam

“Kenapa saya berpikir seperti itu, karena api dari kamar, kasur sudah terbakar. Kalau korsleting biasanya dari luar, kabel atau sekering, sedangkan ini munculnya dari kamar. Dinding dari terpal terbakar, kasur sudah terbakar semua, dan mertua saya posisinya sudah di lantai,” imbuh Rijono.

Kondisi kamar yang berisi banyak bahan mudah terbakar diduga membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian rumah lainnya. Kobaran api bahkan sempat meluas hingga ke bagian bangunan yang difungsikan sebagai warung di bagian depan rumah.

Pelaksana Tugas Lurah Jatingaleh, Suprapto, memastikan bahwa penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang.

“Polisi masih melakukan penyelidikan,” kata dia.

Untuk memadamkan kebakaran tersebut, petugas menerjunkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran secara bergantian. Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga dan menyebabkan jalan di sekitar lokasi dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan proses pemadaman.

Baca Juga :  Upah Dinilai Tak Adil, Buruh Pabrik Cerutu Taru Martani Ancam Hentikan Produksi

Korban sempat dievakuasi dari lokasi kebakaran dan awalnya dikabarkan masih memiliki tanda-tanda kehidupan. Namun setelah mendapat penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.