Beranda Umum Nasional Jusuf Kalla: Indonesia Belum Setara dengan AS, Mediasi Konflik Iran Tak Akan...

Jusuf Kalla: Indonesia Belum Setara dengan AS, Mediasi Konflik Iran Tak Akan Mudah

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Dr. (HC). Drs. Jusuf Kalla menyampaikan orasi kebangsaan pada momentum Upacara Hari Jadi ke-66 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dilaksanakan di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis(24/10/2024). | UMS

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung menjadi mediator konflik Amerika Serikat dan Iran menuai catatan kritis dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia menilai posisi Indonesia yang belum setara dengan Amerika Serikat menjadi tantangan besar bagi upaya diplomasi tersebut.

Menurut JK, keinginan Indonesia untuk membantu mendamaikan kedua negara memang merupakan langkah positif. Namun ia mengingatkan bahwa konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia tidak mudah diselesaikan oleh negara dengan posisi tawar terbatas.

“Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya,” ucap JK kepada awak media di rumah pribadinya di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (1/3/2026).

JK menilai dinamika geopolitik global sangat dipengaruhi oleh kebijakan Amerika Serikat. Karena itu, menurutnya, proses perundingan antara AS dan Iran akan jauh lebih rumit dibandingkan konflik regional lainnya.

Ia mencontohkan konflik Israel dan Palestina yang hingga kini belum menemukan jalan damai meskipun sudah berlangsung puluhan tahun dan melibatkan banyak mediator internasional.

Baca Juga :  Celios Desak Prabowo Batalkan Perjanjian ART RI-AS, Sebut 21 Pasal Berpotensi Rugikan Indonesia

Selain faktor geopolitik, JK juga menyoroti ketimpangan posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Ia menilai kesepakatan perjanjian perdagangan resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki posisi tawar yang seimbang.

“Itu saja kita tidak setara (dengan) Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu?” kata JK.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai fasilitator dialog antara Amerika Serikat dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (28/2/2026), Presiden Prabowo disebut bersedia melakukan langkah diplomasi langsung apabila kedua pihak menyetujui.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Rencana MBG-TV Dikritik, Dinilai Pemborosan dan Pengalihan Isu Program MBG

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada kembali pecahnya konflik bersenjata. Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi sebagai jalan penyelesaian. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.