
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — BPJS Kesehatan menggelar kegiatan rekonsiliasi bersama Pemda di Soloraya, Kamis (23/4/2026), di Hotel Alana Solo. Kegiatan diadakan guna memastikan warga terdaftar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari mengatakan kegiatan rekonsiliasi bersifat krusial untuk memastikan ketepatan data kepesertaan dan jumlah iuran JKN yang disetorkan hingga triwulan I tahun 2026. Menurutnya, per April 2026 total capaian kepesertaan Program JKN di wilayah Cabang Surakarta mencapai 99,13 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 76,86 persen.
“Sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025, target cakupan kepesertaan JKN sebesar 98,6 persen terhadap jumlah penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80 persen,” ujarnya.
Debbie menambahkan, total capaian kepesertaan JKN di Kantor Cabang Surakarta telah memenuhi target nasional. Di sisi lain, hal itu berbanding terbalik dengan tingkat keaktifan yang dinilai masih menjadi perhatian.
“Masih ada tiga kabupaten yang belum mencapai target 80 persen,” tegasnya.
Sementara itu, BPJS Kesehatan telah memfasilitasi Aplikasi Rekonsiliasi Iuran Pemda (ARIP) diperuntukkan kepada seluruh penanggung jawab pembayaran iuran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Aplikasi ini merupakan alat bantu dalam proses menghitung besaran iuran JKN per pegawai per satuan kerja pada masing-masing komponen tunjangan dengan maksimal Rp12 juta.
“Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan monitoring dan evaluasi dasar perhitungan iuran JKN pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Dengan aplikasi ini, terbentuk standarisasi proses perhitungan iuran JKN sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hasil inputan dan updating data ke ARIP, dapat juga digunakan sebagai data acuan dalam pemutakhiran data peserta pada database kepesertaan JKN dan memastikan bahwa seluruh PNSD yang dipotong iurannya sudah terdaftar sebagai peserta JKN,” bebernya.
Dalam kesempatan yang sama dalam kegiatan, didatangkan brand ambasador BPJS Kesehatan Ade Rai. Ia mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan dengan melakukan upaya preventif kuratif.
“Negara memiliki itikat mulia, memberikan biaya penggantian pengobatan kepada masyarakat. Program ini murni berbasis nuansa gotong-royong di sana, bagaimana yang sehat dan kuat tentu harus lebih banyak daripada yang sakit. Ketika yang terjadi kebalikannya maka program ini tidak akan bisa berlangsung dengan lama. Makanya defisit sehingga harus subsidi dari tempat lain. Ini penting karena kalau kita bikin suatu investigasi, 95 persen profil klaim BPJS Kesehatan hampir sebagian besar penyakit yang tidak menular, artinya disebabkan oleh pola perilaku masyarakatnya sendiri. Jadi kalau masyarakat bisa mengubah perilakunya, kita bisa menghemat biaya begitu besar dan dananya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain,” ungkapnya.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan Cabang Surakarta juga menggelar Sosialisasi Program JKN Kepada Tokoh Agama Tokoh Masyarakat. Kegiatan ini, dilakukan juga penyerahan Buku Khutbah “Meraih Sehat, Mensyukuri Nikmat” kepada perwakilan Kementerian Agama di wilayah Cabang Surakarta.
Buku tersebut merupakan kumpulan khutbah Jumat, untuk mendukung efektivitas pelaksanaan layanan syariah Program JKN, yang didukung oleh Dewan Penasihat Syariah
(DPS) BPJS Kesehatan.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














