BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah sorotan terhadap aparat penegak hukum, Presiden Prabowo Subianto justru melontarkan pernyataan yang menantang persepsi publik. Ia menilai kondisi keamanan Indonesia masih tergolong aman dan tidak layak digeneralisasi hanya dari kasus-kasus tertentu yang mencuat ke permukaan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam forum diskusi bersama wartawan dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa problem sosial dan kekerasan merupakan fenomena global, bukan semata persoalan domestik.
“Ini masalah sosial di mana-mana, tapi our country is not doing that bad,” ujar Prabowo.
Ia bahkan menyinggung pengalaman di sejumlah negara lain yang menurutnya memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, termasuk aksi kriminal di ruang publik seperti transportasi umum.
“Anda datang ke banyak negara. Di kereta api, Anda dirampok. Anda dipukul, hanya karena ras Anda,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyoroti bagaimana aparat kepolisian di negara lain menghadapi kritik keras dari publik, seperti yang terjadi di Amerika Serikat dalam gerakan Black Lives Matter.
“Anda kecewa sama polisi-polisi kita. Kau bisa lihat polisi-polisi di Amerika. Black Lives Matter. Orang enggak bersalah ditembak,” kata dia.
Menurut Prabowo, penilaian terhadap institusi kepolisian di Indonesia harus dilakukan secara proporsional. Ia mengingatkan bahwa jumlah personel polisi mencapai ratusan ribu, dan tidak semuanya melakukan pelanggaran.
“Ada oknum-oknum enggak beres. Di semua birokrasi kita, banyak yang nggak beres. Ya, ini, we want to try. Kita berharap generasi-generasi yang akan datang akan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, citra buruk yang melekat pada institusi sering kali dipicu oleh segelintir pihak yang memiliki kekuasaan, namun berdampak luas terhadap reputasi keseluruhan.
“Kita juga harus fair, selalu itu adalah nila setitik merusak susu sebelanga. Mungkin beberapa oknum tapi dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya. Tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo tidak menampik perlunya pembenahan internal. Ia mendorong setiap lembaga untuk melakukan koreksi dari dalam sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh.
Menurutnya, mekanisme seperti audit bisa menjadi pintu masuk untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh tanpa harus langsung menempuh langkah ekstrem.
Pernyataan itu muncul di tengah kritik dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang sebelumnya menyoroti dugaan kekerasan aparat dalam sejumlah aksi demonstrasi. Namun Prabowo menegaskan, persoalan tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan tidak disederhanakan menjadi vonis terhadap seluruh institusi. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















