BANYUMAS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jalur menurun kembali memakan korban. Dugaan rem blong pada sebuah kendaraan menjadi pemicu kecelakaan beruntun yang berujung maut di wilayah Kemranjen, Kabupaten Banyumas.
Peristiwa terjadi di ruas Jalan Raya Sokawera–Wijahan, tepatnya di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Senin (23/3/2026) pagi. Insiden tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Kijang dan Isuzu Panther pick up yang melaju searah dari utara ke selatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Metri Zul Utami, menjelaskan kecelakaan bermula saat Toyota Kijang melaju di jalur menurun dengan kecepatan sedang. Di depannya, terdapat Isuzu Panther yang berjalan dalam arah yang sama.
“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kendaraan Toyota Kijang mengalami rem blong sehingga menabrak bagian belakang Isuzu Panther,” jelasnya.
Benturan tersebut tidak berhenti di satu titik. Kijang yang kehilangan kendali kemudian oleng ke kanan, menghantam tebing, dan terguling. Sementara itu, Panther terdorong ke sisi kiri hingga menabrak tebing serta pembatas jembatan.
“Terjadi tiga rangkaian benturan dalam kejadian tersebut,” tambahnya.
Akibat kejadian ini, dua penumpang Isuzu Panther meninggal dunia. Korban berinisial AJ (47), warga Sumedang, tewas di lokasi akibat cedera berat di kepala dan dada. Satu korban lainnya, AR (10), meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSU Medika Lestari Kemranjen.
Selain korban jiwa, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga sedang. Para korban termasuk kedua pengemudi kendaraan yang turut mengalami cedera dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSU Amanah Sumpiuh.
Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Polisi pun mengingatkan para pengguna jalan agar lebih waspada, khususnya saat melintasi jalur dengan kontur menurun, serta memastikan kondisi kendaraan—terutama sistem pengereman—dalam keadaan layak sebelum digunakan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















