Beranda Daerah Wonogiri Wayang Kulit Ngesrep Talunombo Tasyakuran Arza, Bupati Turun Langsung Warga Tumpah Ruah!

Wayang Kulit Ngesrep Talunombo Tasyakuran Arza, Bupati Turun Langsung Warga Tumpah Ruah!

Wayang
Pagelaran wayang tasyakuran kitan Arzaquna Ar Kaj Ciel. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana tak biasa terjadi di Dusun Sumberagung (Ngesrep) Desa Talunombo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Senin (23/3/2026) malam. Hajatan tasyakuran khitan berubah menjadi perhelatan budaya besar yang menyedot perhatian ratusan warga dari berbagai penjuru. Sejak sore hari, masyarakat sudah memadati lokasi di halaman rumah Priyatmo-Wasiti, menunggu dimulainya pagelaran wayang kulit yang digelar meriah.

Acara dimulai pukul 20.30 WIB dengan nuansa khidmat sekaligus penuh antusias. Kehadiran Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menjadi magnet tersendiri. Warga yang hadir langsung menyambut hangat kedatangan orang nomor satu di Wonogiri tersebut, menambah semarak suasana malam itu.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang kondang asal Surakarta, Ki Bayu Aji Pamungkas, yang membawakan lakon “Babad Wonomarto”. Alur cerita yang kuat dipadukan dengan penampilan sinden berbakat Elisha Orcarus Allaso serta guyonan segar dari Gareng Tralala- Bagong sukses membuat penonton terpukau sekaligus terhibur sepanjang malam.

Acara ini digelar sebagai bentuk tasyakuran khitan ananda Arzaquna Ar Kaj Ciel, putra dari Andi Setiawan dan Risty Utami. Momen ini juga menjadi kebanggaan keluarga besar, termasuk Gono Setyoso-Isma yang dikenal sebagai Direktur PT Sinar Pratama Konstruksi Medan, serta Priyatmo-Wasiti sebagai tuan rumah. Secara simbolis, Gono Setyoso menyerahkan tokoh wayang kepada dalang sebagai tanda dimulainya pertunjukan.

Baca Juga :  Salat Id di Eromoko Wonogiri Tetap Khidmat Meski Diguyur Hujan Lebat Turun

Kepala Desa Talunombo, Sugiyarno, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari Camat Baturetno Hery Indrastiyono, Danramil Kapten Arm Yadiman, Kapolsek AKP Surono, hingga para kepala desa se-Kecamatan Baturetno. Kehadiran mereka memperkuat nuansa kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah.

Antusiasme warga terlihat jelas. Tak hanya dari Baturetno, masyarakat dari wilayah sekitar juga datang berbondong-bondong, menjadikan acara ini sebagai salah satu hajatan terbesar dan paling meriah di kawasan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi sarana penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat kebersamaan.

“Wayang kulit adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mencintai tradisi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemotor Tiba-Tiba Jatuh di Selogiri, Korban Dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah

Rangkaian acara berjalan runtut mulai dari pembukaan dengan basmalah, penyerahan tokoh wayang, hingga pagelaran utama yang diselingi hiburan sinden dan lawakan. Pertunjukan berlangsung hingga larut malam dengan suasana aman, tertib, dan penuh keakraban.

Momentum ini bukan hanya sekadar tasyakuran, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi besar yang mempererat hubungan antarwarga sekaligus mendekatkan masyarakat dengan pemerintah daerah. Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal terasa begitu kuat, menjadi harapan agar tradisi seperti ini terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.