
JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Budi Gunadi Sadikin dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, oleh lima dokter pada Senin (11/5/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan gelar akademik serta persoalan penggunaan gelar dalam dokumen resmi pemerintahan.
Laporan itu diajukan melalui kuasa hukum senior OC Kaligis yang mewakili lima dokter pelapor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan diterima pada Senin (11/5/2026) dan saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
Dalam laporan itu, para pelapor menyoroti penggunaan gelar akademik “Ir” oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin. Mereka menilai penggunaan gelar oleh pejabat publik harus sesuai dengan ketentuan hukum serta data pendidikan resmi yang dimiliki.
Para pelapor menyebut dugaan penggunaan gelar yang tidak sesuai tersebut dilaporkan dengan mengacu pada Pasal 272 ayat 2 KUHP Baru. Selain itu, laporan juga dikaitkan dengan Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
OC Kaligis mengungkapkan, sebelum menempuh jalur hukum, pihaknya telah melayangkan somasi kepada Menkes. Namun hingga laporan diajukan, menurutnya tidak ada jawaban maupun klarifikasi dari pihak terkait.
“Seharusnya menggunakan gelar Drs, bukan Insinyur dalam dokumen resmi,” ujar OC Kaligis.
Salah satu pelapor, dr Nurdadi Saleh, menyebut berdasarkan data pendidikan yang diketahuinya, Budi Gunadi Sadikin merupakan lulusan fisika nuklir di Institut Teknologi Bandung sehingga dinilai tidak menggunakan gelar insinyur.
Ia juga menyoroti penggunaan gelar “Ir” dalam sejumlah dokumen resmi pemerintahan, termasuk buku saku UU Kesehatan Tahun 2023. Menurutnya, penggunaan gelar tersebut juga muncul berulang kali dalam berbagai forum resmi pemerintahan.
Pihak pelapor mengaku telah menyerahkan sekitar 10 barang bukti guna mendukung laporan tersebut. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman oleh Polda Metro Jaya. (*) Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












