Beranda Umum Nasional BBM Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya: Uang Kita Cukup

BBM Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya: Uang Kita Cukup

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka psikologis US$ 100 per barel mulai menguji ketahanan fiskal Indonesia. Namun di tengah tekanan global tersebut, pemerintah justru memastikan harga BBM subsidi tetap aman, klaim yang memantik pertanyaan soal seberapa kuat daya tahan anggaran negara.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut pemerintah masih memiliki bantalan fiskal yang cukup besar untuk meredam dampak lonjakan harga energi global. “Selama suplainya (minyak) ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 490 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih, kalau kepepet masih bisa dipakai,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pengalihan anggaran dari berbagai kementerian dan lembaga, serta asumsi defisit APBN sekitar 2,9 persen, negara masih mampu menanggung beban subsidi, bahkan jika harga minyak rata-rata bertahan di kisaran US$ 100 per barel hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Siswa Tolak MBG Demi Guru, JPPI: Ini Tamparan Bagi Pemerintah

Meski demikian, ia meyakini lonjakan harga tersebut tidak akan berlangsung lama, dengan mempertimbangkan dinamika politik di Amerika Serikat yang dinilai berpengaruh terhadap stabilitas harga energi global. Ia pun mencoba menenangkan publik dengan nada santai, “Tidak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang, gini-gini uangnya banyak. Jadi uang kita cukup.”

Seperti diketahui, lonjakan harga minyak dipicu konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 28 Februari 2026. Situasi memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia, yang berdampak langsung pada lonjakan harga di pasar internasional. Meski pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, wacana pembatasan pembelian mulai mencuat. Salah satu opsi yang dibahas adalah pembatasan maksimal 50 liter per hari bagi kendaraan pribadi roda empat, sebagai langkah mengendalikan konsumsi di tengah tekanan harga global. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.