Beranda Umum Nasional Biaya Pesawat Haji Bisa Naik Rp 10 Juta, Pemerintah Janji Biaya Haji...

Biaya Pesawat Haji Bisa Naik Rp 10 Juta, Pemerintah Janji Biaya Haji Tak Naik

ilustrasi haji / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bayang-bayang lonjakan biaya haji mulai terasa menjelang musim keberangkatan 2026. Kenaikan harga bahan bakar imbas konflik geopolitik global disebut berpotensi mengerek tarif penerbangan secara signifikan, bahkan hingga jutaan rupiah per jamaah. Namun di tengah ancaman tersebut, pemerintah justru memastikan jamaah tidak akan diminta menanggung tambahan biaya.

Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan bahwa situasi global, khususnya konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, memberi efek berantai pada sektor transportasi udara.

Ia menyebut lonjakan harga avtur berimbas langsung pada tarif penerbangan haji yang berpotensi meningkat drastis.

“Seiring dengan semakin sulitnya, semakin mahalnya harga pesawat juga kemungkinan minta tambah biayanya. Dan tidak tanggung-tanggung besarnya, mungkin bisa sampai lebih dari Rp 10 juta per jamaah, karena harga memang naik dua kali lipat,” kata Gus Irfan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :  21 Hari Andrie Yunus Masih Dirawat di RSCM, Dinding Bola Mata Kanan Diduga Jebol

Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan tidak akan membebankan kenaikan tersebut kepada calon jamaah haji.

Menurut Gus Irfan, hal itu merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar aspek keselamatan dan keterjangkauan biaya tetap menjadi prioritas utama.

“Kami tentu mengikuti saran dari Presiden. Perintah Presiden: pertama, apapun yang terjadi, pertimbangan kita berangkat atau tidaknya adalah pertimbangan keamanan dan keselamatan jamaah haji kita,” ucap Gus Irfan.

“Dan yang kedua, jika terkait dengan biaya-biaya yang mungkin akan berubah, Presiden berpesan ‘tolong jangan dibebankan kepada jamaah haji’,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi dinamika yang berkembang, termasuk dengan otoritas Arab Saudi dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Kita selalu komunikasi dengan Pemerintah Saudi, kita selalu komunikasi dengan teman-teman di Kementerian Luar Negeri, kita selalu komunikasi dengan teman-teman di Kantor Urusan Haji Jeddah, apa dan bagaimana yang terjadi,” katanya.

Baca Juga :  Noel Sebut Banyak Bandit dan “Uang Setan” di Kementerian

Di tengah berbagai potensi gejolak tersebut, jadwal pemberangkatan jamaah haji Indonesia sejauh ini masih berjalan sesuai rencana. Jamaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci sehari setelahnya, yakni 22 April 2026. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.