Beranda Daerah Solo DPRD Solo Soroti Program Jumat Bersepeda : Jangan Cuma Obor Blarak !...

DPRD Solo Soroti Program Jumat Bersepeda : Jangan Cuma Obor Blarak ! Kalau Bisa Setiap Hari

SOLO, JOGLOSEMARNRWS.COM — Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Honda Hendarto menyoroti program Jumat bersepeda yang digagas oleh Walikota Solo, Respati Ardi.

Honda mengaku sepakat dengan kebijakan Jumat bersepeda tersebut. Namun apabila program tersebut bukan hanya obor blarak atau dilakukan hanya sekali saja.

“Obor blarak yang saya maksud wis pisan tok iki. Besok wis ora. Kenapa hal tersebut tidak dilakukan setiap hari? Kalau niatannya memang mau membuat sebuah kebijakan karena masalah BBM. Kan tujuan, maksud dan tujuannya kan efisiensi di bidang energi,” ungkap Honda saat dijumpai, Jumat, (10/04/2026).

Honda menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota yang mengimbau semua ASN untuk berangkat bersepeda ataupun menggunakan transportasi umum.

Namun dirinya berpendapat apakah tidak lebih efektif apabila pemerintah kota melakukan sebuah kebijakan untuk penghematan sebuah energi BBM.

Baca Juga :  Tak Gubris Saran Jusuf Kalla, Jokowi Hanya Mau Tunjukkan Ijazahnya di Sidang Pengadilan

“Efisiensi saja itu BBM 50% dari anggaran yang ada saat ini. Itu akan lebih efektif, akan lebih bermanfaat. Hasil efisiensi tersebut bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat yang lain,” ujarnya.

Akan tetapi efisiensi 50% anggaran BBM itu tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan. Misalnya Dishub dan Satpol PP yang memiliki operasional yang sangat intens. Tentu ada pertimbangan sendiri.

“Tidak asal 50% blung semua. Itu akan lebih efektif. Kemudian langkah kedua lebih efektif lagi. Kalau semua mobil operasional pemerintah kota. Baik yang berplat merah maupun yang berplat hitam. Setelah jam kerja semua harus ada di kantor. Tidak boleh dibawa pulang,” terangnya.

Honda menyebut mobil-mobil tersebut harus standby di kantor. Jika ada alasan kantor tidak punya garasi, maka ditaruh saja di Balaikota Solo.

Baca Juga :  Nekat Tanam Ganja di dalam Rumah, Warga Kerten Solo Ini Dibekuk Polisi

“Kalau mau membuat kebijakan seperti itu. Untuk penghematan sebuah anggaran. Maka akan berdampak terhadap kebutuhan-kepentingan masyarakat yang lain. Besar sekali itu, kalau berani memangkas 50% dan berani membuat kebijakan semua mobil operasional harus berada di kantor setelah jam kerja selesai,” tandasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.