Beranda Umum Nasional Gempa M 7,6 Guncang disertai Tsunami di Sulut, Satu Orang Tewas Tertimbun...

Gempa M 7,6 Guncang disertai Tsunami di Sulut, Satu Orang Tewas Tertimbun Reruntuhan

Ilustrasi gempa. Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara tak hanya memicu kepanikan massal, tetapi juga menelan korban jiwa. Di tengah kerusakan yang mulai terdata, satu warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan di Kota Manado.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Korban ditemukan di area Gedung KONI yang berada di Lapangan Olahraga Sario.

“Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di reruntuhan Gedung KONI di Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado, dan telah dievakuasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan roboh akibat guncangan kuat. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, serta warga langsung bergerak melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, laporan sementara dari BNPB hingga pukul 08.00 WIB mencatat sejumlah kerusakan infrastruktur di beberapa daerah terdampak. Di Kota Ternate, satu tempat ibadah mengalami kerusakan di Kecamatan Pulau Batang Dua. Sementara itu, dua rumah warga dilaporkan rusak di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Baca Juga :  Tak Hadir di Polda, Aiman Witjaksono Kirimkan Legal Opinion

Getaran gempa dirasakan cukup lama, antara 10 hingga 20 detik, di sejumlah wilayah seperti Bitung dan Ternate. Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menghindari kemungkinan bangunan runtuh.

Tak hanya itu, gempa juga memicu gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil di sejumlah titik. BNPB mencatat tinggi gelombang mencapai 0,75 meter di Minahasa Utara, 0,68 meter di Belang, 0,35 meter di Sidangoli, 0,3 meter di Halmahera Barat, serta 0,2 meter di Bitung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa waktu kedatangan tsunami di setiap wilayah bisa berbeda, dan gelombang pertama belum tentu yang terbesar. Hingga pukul 06.50 WIB, tercatat sedikitnya 11 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.

Baca Juga :  Bos Judi Online Kamboja Diringkus Polisi di Tangerang

BNPB pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar tetap waspada. Warga diminta menjauhi pantai dan muara sungai, serta segera mencari tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat atau menerima peringatan resmi.

Hingga kini, pendataan dampak gempa masih terus berlangsung seiring proses asesmen di lapangan oleh petugas terkait. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.