WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Scene e-sport lokal lagi nggak kaleng-kaleng. Polres Wonogiri lewat jajaran Polsek resmi ngegas turnamen Mobile Legends bertajuk Kapolsek Cup 2026 yang digelar serentak, Sabtu (25/4/2026). Bukan sekadar mabar santai, ini ajang serius buat ngasah skill, mental, dan gengsi tim pelajar yang siap naik level.
Dua titik langsung jadi pusat hype: SMAN 1 Nguntoronadi dan SMKN 1 Bulukerto. Konsepnya jelas—wadah anak muda buat nunjukin skill digital tanpa harus nyemplung ke hal negatif. Dan bener aja, atmosfernya langsung kerasa kompetitif dari awal.
Di Nguntoronadi, turnamen dimulai pukul 08.00 WIB. Empat tim turun full power:
✓ Paradese
✓ Tomodoki
✓ Gungpoke
✓ Yokohama Eagle
Dukungan juga nggak main-main. Hadir unsur Forkopimcam, termasuk perwakilan camat, Kapolsek Nguntoronadi AKP Tri Agus, sampai perwakilan Danramil. Jadi bukan sekadar game, tapi event resmi yang vibes-nya serius tapi tetap fun.
Match demi match berjalan panas. Draft pick, rotasi, sampai team fight jadi penentu. Sampai akhirnya, grand final mempertemukan Tomodoki vs Paradese. Hasilnya? Tomodoki tampil lebih solid dan sukses kunci kemenangan.
✓ 🏆 Juara 1: Tomodoki – bawa pulang Rp700 ribu + tiket ke Kapolres Cup Wonogiri
✓ 🥈 Juara 2: Paradese – Rp500 ribu
Sementara itu di Bulukerto, suasana nggak kalah savage. Turnamen dimulai pukul 12.30 WIB di aula SMKN 1 Bulukerto dengan sistem gugur—sekali kalah langsung pulang, no debat.
Tim-tim yang ikut juga punya nama unik dan gameplay yang berani:
• Six Lifer’s
• Dark System
• Tiwul Gosong
• Sense Warrior
Persaingan berjalan cepat dan intens. Nggak ada ruang buat salah. Dari semua tim yang turun, Six Lifer’s tampil paling konsisten dan akhirnya keluar sebagai juara.
✓ 🏆 Juara 1 Bulukerto: Six Lifer’s – lanjut ke level Kapolres Wonogiri
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan kalau event ini bukan cuma soal menang-kalah.
“Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan bagi pelajar agar memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Selain itu, kegiatan ini mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda,” ujar AKP Anom Prabowo.
Fakta di lapangan juga clear—event ini jadi bukti kalau e-sport bukan lagi sekadar hiburan, tapi bisa jadi jalur prestasi. Apalagi kalau difasilitasi dengan serius kayak gini.
AKP Anom juga nambahin kalau dari ajang ini diharapkan muncul player-player potensial dari Wonogiri yang bisa tembus level lebih tinggi. Nggak cuma jago main, tapi juga punya attitude dan arah yang jelas.
Selama turnamen berlangsung, situasi full aman, tertib, dan kondusif. Nggak ada drama di luar game, semua fokus ke kompetisi. Ini juga jadi bagian dari road to Kapolres Cup Wonogiri—level berikutnya yang jelas bakal lebih panas.
Intinya, ini bukan sekadar turnamen biasa. Ini panggung buat anak muda yang pengen buktiin kalau skill gaming bisa jadi jalan masa depan. Dari warnet vibes ke panggung resmi—levelnya udah beda. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














