Beranda Daerah Wonogiri Kasus Gizi Buruk Wonogiri Terbongkar, Kondisi Balita Ini Bikin Miris!

Kasus Gizi Buruk Wonogiri Terbongkar, Kondisi Balita Ini Bikin Miris!

Gizi buruk
Penyerahan bantuan dari Tim UPZ Kecamatan Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Fakta mencemaskan kembali terungkap dari Desa Pokoh Kidul Kecamatan Wonogiri. Seorang balita dari keluarga kurang mampu di wilayah Gayam RT 3 RW 12 dilaporkan mengalami kondisi serius: lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan kini mengalami kurang gizi hingga berat badannya jauh di bawah standar usianya.

Dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (24/4/2026), berdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Pokoh Kidul tertanggal 22 April 2026, kondisi balita tersebut tidak bisa dianggap sepele. Selain mengalami riwayat BBLR, saat ini ia masih berada dalam pengawasan ketat tenaga medis dari Puskesmas 1 Wonogiri, didukung oleh kader kesehatan, aparat desa, serta Ketua RT setempat. Pemantauan dilakukan intensif karena risiko yang bisa berkembang jika tidak ditangani serius.

Melihat kondisi ini, Tim UPZ Kecamatan Wonogiri langsung menyalurkan bantuan konkret berupa kebutuhan nutrisi penting, terutama susu formula, serta dukungan lain yang dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Penasihat Tim UPZ Kecamatan Wonogiri, Khrisma Eko Sutiyono, bersama Ketua Tim UPZ, Indra Setiawan, sebagai bentuk respons cepat terhadap situasi darurat ini.

Baca Juga :  Motormu Hilang?Jangan-jangan Diselundupkan ke Timor Leste, Gudangnya Dekat Solo Wonogiri Loh

Khrisma menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar aksi sosial biasa, tetapi bagian dari upaya serius pemerintah kecamatan dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi balita agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Camat Wonogiri itu.

Tidak berhenti di penyaluran bantuan, koordinasi lintas pihak langsung diperkuat. UPZ bersinergi dengan pemerintah desa, bidan desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas untuk memastikan penanganan berjalan berkelanjutan dan tidak terputus di tengah jalan. Pendampingan kesehatan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi balita secara berkala.

Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Pokoh Kidul. Respons sigap dinilai sangat krusial, mengingat masalah gizi pada balita bisa berdampak jangka panjang jika tidak segera ditangani. Sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi persoalan yang kerap tersembunyi di lapangan.

Baca Juga :  Tragis di Wonogiri! Anak Selamat Tapi Ayah Tewas Terjepit di Kabin Truk

Kasus ini sekaligus menjadi warning keras bagi masyarakat luas bahwa persoalan gizi anak masih menjadi ancaman nyata. Kurangnya asupan nutrisi, kondisi ekonomi keluarga, hingga minimnya edukasi menjadi faktor yang saling berkaitan dan tidak bisa diabaikan.

Intervensi yang dilakukan diharapkan mampu memperbaiki kondisi balita tersebut dalam waktu dekat. Lebih dari itu, kejadian ini diharapkan membuka mata banyak pihak tentang pentingnya perhatian terhadap pemenuhan gizi sejak dini agar tidak muncul kasus serupa di kemudian hari. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.