Beranda Umum Nasional Kemarin Tewas dan Luka, Kini Tiga Prajurit TNI Kembali Terluka di Lebanon,...

Kemarin Tewas dan Luka, Kini Tiga Prajurit TNI Kembali Terluka di Lebanon, Pemerintah Desak Investigasi Tuntas

Ilustrasi tentara, Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden yang menimpa personel Tentara Nasional Indonesia di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali terjadi. Tiga prajurit dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang menghantam area fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di dekat El Adeisse, Lebanon Selatan, Jumat (3/4/2026).

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan penyebab pasti ledakan tersebut hingga kini masih diselidiki oleh pihak UNIFIL.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi, itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Peristiwa ini menjadi insiden ketiga dalam kurun waktu sepekan yang menyasar area sekitar pasukan penjaga perdamaian. Rentetan kejadian tersebut memperpanjang daftar korban dari Indonesia dalam konflik yang terus memanas di kawasan itu.

Pemerintah Indonesia, lanjut Sugiono, telah mengambil langkah diplomatik sejak insiden pertama terjadi. Melalui perwakilan tetap di New York, Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas situasi tersebut.

“Pada waktu itu Prancis selaku penholder urusan Libanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa, yang intinya pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dalam hal ini UNIFIL,” ucap Sugiono.

Baca Juga :  Mendagri Minta Kepala Daerah Putar Otak untuk Cegah Pemecatan PPPK Dampak Efisiensi

Selain mengecam, Indonesia juga mendesak investigasi menyeluruh serta jaminan perlindungan bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

“Hal seperti ini, ya, kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi, tetapi kenyataannya ini terjadi. Harus ada satu guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peace-keeping not peace-making,” tutur Sugiono.

Dari laporan resmi UNIFIL, tiga prajurit yang menjadi korban mengalami luka akibat ledakan yang belum diketahui asalnya. Dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius, namun kini dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan di rumah sakit sipil.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengakui situasi dalam beberapa hari terakhir sangat berbahaya bagi pasukan penjaga perdamaian.

“Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan semua pihak yang bertikai untuk menghindari aktivitas militer di sekitar area penugasan UNIFIL demi keselamatan personel.

“Termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan penjaga perdamaian,” katanya.

Ketegangan di Lebanon sendiri meningkat tajam sejak awal Maret 2026, ketika kelompok bersenjata Hezbollah meluncurkan serangan roket ke Israel. Aksi tersebut memicu balasan besar-besaran yang kemudian berkembang menjadi konflik terbuka di wilayah tersebut.

Baca Juga :  SPBE Bekasi Terbakar Hebat, 12 Orang Jadi Korban

Eskalasi ini berdampak langsung pada zona operasi UNIFIL yang selama ini menjadi wilayah penyangga antara Lebanon dan Israel. Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, pasukan penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia, justru berada di garis rawan.

Sebelumnya, serangkaian ledakan telah menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai sejumlah lainnya dalam kurun waktu akhir Maret 2026. Kondisi ini mempertegas bahwa misi perdamaian yang dijalankan justru semakin menghadapi risiko tinggi di tengah konflik yang belum mereda. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.