WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Prestasi mencengangkan datang dari SMA Negeri 1 Baturetno Wonogiri. Sebanyak 114 siswa resmi lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia. Angka ini bukan sekadar banyak, tapi juga menunjukkan dominasi luar biasa dari sekolah yang berada di wilayah kecamatan.
Kepala SMA Negeri 1 Baturetno, Singgih Santoso, menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah.
“Ada 114 siswa/siswi kami yang dinyatakan lolos SNBP,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Dari total 392 siswa kelas XII, sebanyak 177 siswa dinyatakan eligible untuk mengikuti SNBP. Hasil akhirnya, 114 siswa diterima, dengan tingkat kelolosan mendekati 80 persen—angka yang tergolong sangat tinggi secara nasional.
“Dari 177 diterima 114, sekitar 80 persen presentasenya,” imbuhnya.
Prestasi ini bukan muncul tiba-tiba. Dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), SMA Negeri 1 Baturetno konsisten menjadi yang terbaik di Wonogiri bahkan di tingkat Kantor Cabang Dinas (KCD). Tahun 2026 ini, capaian tersebut kembali meningkat dan makin memperkuat posisi sekolah di peta pendidikan nasional.
Singgih menyebut, keberhasilan ini tak lepas dari strategi matang yang disiapkan sekolah, termasuk pembentukan tim khusus untuk memaksimalkan peluang siswa lolos SNBP.
“3 tahun ini, sejak tahun 2023-2025, selalu terbaik di Wonogiri dan Kantor Cabang Dinas (KCD). Tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun kemarin,” jelasnya.
Lebih mengejutkan lagi, angka kelolosan 114 siswa ini diperkirakan menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, bahkan berpotensi masuk jajaran elit nasional.
“Tahun ini kemungkinan termasuk tinggi di nasional. Mungkin 10 atau 5 besar nasional,” kata Singgih.
Dampaknya bukan hanya bagi sekolah, tapi juga mengangkat nama Kecamatan Baturetno secara luas. Prestasi ini menjadi bukti kuat bahwa sekolah di daerah mampu bersaing bahkan mengungguli sekolah perkotaan.
“Semoga semakin besar, dikenal secara nasional dan bisa mengangkat guru, siswa, maupun masyarakat Baturetno,” ujarnya.
Fenomena ini juga menarik perhatian banyak sekolah lain dari berbagai daerah untuk belajar langsung ke SMAN 1 Baturetno.
“SMA di kecamatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak sekolah mau study banding di Smansa Baturetno, ada dari Jakarta, Solo, Boyolali dan lainnya,” pungkasnya.
Berikut sebaran PTN yang berhasil ditembus 114 siswa SMAN 1 Baturetno:
✓ Institut Pertanian Bogor: 2 siswa
✓ Institut Teknologi Sepuluh Nopember: 7 siswa
✓ ISI Solo: 5 siswa
✓ Politeknik Elektronika Negeri Surabaya: 3 siswa
✓ Politeknik Negeri Jember: 22 siswa
✓ Politeknik Negeri Semarang: 4 siswa
✓ Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya: 2 siswa
✓ UIN Semarang: 6 siswa
✓ UIN Yogyakarta: 4 siswa
✓ Universitas Airlangga: 5 siswa
✓ Universitas Brawijaya: 1 siswa
✓ Universitas Gadjah Mada: 1 siswa
✓ Universitas Negeri Jember: 10 siswa
✓ Universitas Jenderal Soedirman: 9 siswa
✓ Universitas Negeri Malang: 5 siswa
✓ Universitas Negeri Semarang: 3 siswa
✓ Universitas Negeri Surabaya: 8 siswa
✓ Universitas Negeri Yogyakarta: 1 siswa
✓ Universitas Padjadjaran: 1 siswa
✓ Universitas Sebelas Maret: 4 siswa
✓ Universitas Tidar: 4 siswa
✓ Universitas Udayana: 3 siswa
✓ UPN Yogyakarta: 1 siswa
Lonjakan prestasi ini menegaskan satu hal: kualitas tidak ditentukan lokasi. Dari kecamatan, SMAN 1 Baturetno membuktikan diri mampu bersaing di level nasional dan membuka jalan bagi generasi berikutnya. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













