Beranda Umum Praktisi MC dan Akademisi Komunikasi Publik Hakim Bicara Soroti Threads Viral ‘MC...

Praktisi MC dan Akademisi Komunikasi Publik Hakim Bicara Soroti Threads Viral ‘MC Pasang Harga Rp 250 Ribu’

MC menawarkan jasa dengan tarif Rp250 ribu ramai diperbincangkan di platform Threads, Minggu (12/4/2026). Praktisi komunikasi publik Rahman Hakim menilai fenomena tersebut muncul karena faktor kurangnya pemahaman pasar atau fase awal karier, serta menegaskan bahwa cara penyampaian tarif berpengaruh terhadap persepsi, positioning, dan nilai pasar seorang MC.

JOGLOSEMARNEWS.COM Jagat media sosial, khususnya platform Threads, belakangan diramaikan dengan unggahan seorang MC yang menawarkan jasanya dengan tarif Rp250 ribu. Angka tersebut memicu perdebatan, mulai dari yang menilai wajar untuk pemula hingga yang khawatir berdampak pada persepsi pasar.

Praktisi MC dan komunikasi publik, Rahman Hakim atau yang dikenal sebagai Hakim Bicara, menilai fenomena ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih hanya dari nominal tarif.

“Pertama, dia belum tahu pasar. Kedua, bisa jadi dia sedang di fase yang penting tidak menganggur,” ujar Hakim kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, fase dibayar murah merupakan hal yang hampir pasti dialami setiap profesional di awal karier. Namun, persoalan utama bukan terletak pada angka, melainkan bagaimana seseorang menyampaikan dirinya kepada publik.

Cara Menampilkan Diri Tentukan Persepsi

Sebagai praktisi sekaligus akademisi komunikasi publik, Hakim menjelaskan fenomena tersebut dari sudut pandang ilmu komunikasi, khususnya konsep self-presentation.

“Di media sosial, kita itu ibarat sedang di panggung. Cara kita berbicara dan menawarkan jasa langsung membentuk kesan di kepala orang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa unggahan di media sosial tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun citra diri. Mulai dari cara menulis tarif, pemilihan kata, hingga konteks penyampaian akan memengaruhi penilaian publik terhadap profesionalitas seseorang.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Ternyata Masih Tersimpan di Gudang

Selain itu, fenomena ini juga berkaitan erat dengan konsep personal branding, yakni bagaimana seseorang mengomunikasikan nilai dirinya secara konsisten.

“Bukan cuma berapa harganya, tapi bagaimana kita menyampaikan harga itu. Di situ orang menilai kita profesional atau tidak,” ungkapnya.

Hakim menjelaskan, dalam proses komunikasi terdapat alur yang saling berkaitan, mulai dari self-presentation yang membentuk persepsi, kemudian berkembang menjadi positioning, hingga akhirnya memengaruhi market value seseorang.

“Cara kita menampilkan diri akan membentuk persepsi. Persepsi itu jadi positioning, dan positioning inilah yang menentukan bagaimana pasar menilai kita,” paparnya.

Ia mencontohkan, kalimat sederhana dalam menawarkan jasa bisa menghasilkan persepsi yang berbeda.

“Misalnya ada yang menulis, ‘Open MC all event 250k aja, yang penting jalan’. Orang bisa menangkap bahwa dia sangat butuh pekerjaan atau kualitasnya dianggap segitu,” ujarnya.

Sebaliknya, pesan serupa bisa dikemas lebih profesional.

“Bandingkan dengan, ‘Saat ini saya membuka pengalaman sebagai MC dengan rate terjangkau untuk event tertentu’. Angkanya mungkin sama, tapi kesan yang muncul jauh lebih profesional,” tambahnya.

MC menawarkan jasa dengan tarif Rp250 ribu ramai diperbincangkan di platform Threads, Minggu (12/4/2026). Praktisi komunikasi publik Rahman Hakim menilai fenomena tersebut muncul karena faktor kurangnya pemahaman pasar atau fase awal karier, serta menegaskan bahwa cara penyampaian tarif berpengaruh terhadap persepsi, positioning, dan nilai pasar seorang MC.

Bisa Berdampak pada Citra Profesi

Lebih jauh, Hakim mengingatkan bahwa fenomena ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga bisa memengaruhi citra profesi MC secara keseluruhan.

“Kalau ini terus terjadi, angka tersebut bisa menjadi patokan yang diingat publik untuk profesi MC secara global,” katanya.

Baca Juga :  Lewat GrabX 2026, Panduan Cerdas Sehari-harinya Berbasis AI Diluncurkan

Ia juga menyoroti tren MC pemula yang sudah berani mempublikasikan rate card meski masih dalam tahap belajar. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan kedewasaan dalam berprofesi.

Sebagai pelatih public speaking yang telah berkecimpung hampir lima tahun, Hakim menyarankan agar pemula lebih fokus pada proses belajar dan peningkatan kualitas diri.

“Kalau value kita naik, harga akan ikut naik. Dan itu jauh lebih berkelanjutan,” tegasnya.

Pendekatan tersebut dinilai lebih sehat untuk membangun karier jangka panjang. Selain meningkatkan pendapatan, kualitas yang terus berkembang juga akan memperkuat kepercayaan klien.

Di akhir, Hakim menegaskan bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, bahkan bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia MC. (BN)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.