Beranda Umum Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Ternyata Masih Tersimpan di Gudang

Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Ternyata Masih Tersimpan di Gudang

Ilustrasi motor listrik | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ribuan unit motor listrik yang digadang-gadang untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) ternyata belum juga beroperasi di lapangan. Kendaraan yang dibeli dengan anggaran besar itu hingga kini masih tersimpan di gudang.

Kondisi tersebut justru memunculkan tanda tanya mengenai kesiapan distribusi dari program tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membenarkan bahwa sebanyak 21.801 unit motor listrik saat ini belum digunakan. Ia menyebut seluruh kendaraan tersebut masih berada di tangan distributor.

“Sekarang di gudang distributor,” kata Dadan saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026) malam.

Namun, ia tidak merinci lokasi pasti gudang penyimpanan tersebut. Informasi yang beredar dari internal BGN menyebutkan bahwa motor-motor itu sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari gudang di Tangerang, kemudian ke markas kodim di kawasan Cakung, Jakarta Timur, hingga akhirnya berada di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Keberadaan ribuan motor listrik ini sempat menjadi sorotan publik setelah sebuah video amatir beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut tampak deretan motor listrik berlogo BGN tersimpan di sebuah gudang di Jawa Barat.

Baca Juga :  Lewat GrabX 2026, Panduan Cerdas Sehari-harinya Berbasis AI Diluncurkan

Dari penelusuran, kendaraan operasional itu diketahui merupakan produk dari Emmo Electric Mobility Indonesia. Dadan pun mengakui bahwa pihaknya memang menggandeng merek tersebut dalam pengadaan kendaraan.

Ia menjelaskan, ada dua tipe motor listrik yang dibeli, yakni Emmo-JVX GT dan Emmo-JV Max. “Emmo-JVX GT atau sepeda motor trail dan Emmo-JV Max atau sepeda motor bebek,” ujarnya.

Untuk harga, motor tipe trail dibeli dengan nilai Rp 43,3 juta per unit, sedangkan tipe bebek dibanderol Rp 41,7 juta per unit.

Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan kapan kendaraan tersebut akan didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pengguna utama di lapangan. Dadan belum memberikan jawaban saat ditanya mengenai jadwal penyaluran.

Dalam kesempatan berbeda, Dadan menyampaikan bahwa pengadaan motor listrik ini ditujukan untuk menunjang operasional program MBG, khususnya di wilayah dengan akses terbatas.

Baca Juga :  Lewat GrabX 2026, Panduan Cerdas Sehari-harinya Berbasis AI Diluncurkan

“Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga menegaskan bahwa untuk sementara pemerintah tidak berencana menambah jumlah kendaraan serupa pada tahun berikutnya.

“Untuk sementara kami cukupkan dulu sekian karena ini anggaran 2025 ya. 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian,” kata dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.