Beranda Daerah Wonogiri 11 KDKMP Wonogiri Belum Punya Lahan 167 Belum Selesai Digarap – Ini...

11 KDKMP Wonogiri Belum Punya Lahan 167 Belum Selesai Digarap – Ini Fakta Lengkapnya

Koperasi Merah Putih
Rakor membahas KDKMP Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Realita di lapangan belum sepenuhnya mulus. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jateng Tenggara alias Wonogiri masih menyisakan pekerjaan besar, terutama pada 11 unit yang hingga kini belum mendapatkan lahan sama sekali.

Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Selasa (6/5/2026), kondisi ini mencuat dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Wonogiri bersama Project Management Office (PMO) dan Business Assistant (BA), Senin (4/5/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Dinas sekaligus Plt. Kepala Bidang Koperasi, Wahyudi, didampingi Pengawas Koperasi Ahli Muda Yanti Dwi Handayani. Seluruh PMO dan BA yang bertugas di wilayah Wonogiri hadir untuk mengevaluasi perkembangan program yang berjalan.

Dalam forum tersebut, angka-angka realisasi dibuka secara gamblang. Dari total 294 KDKMP yang direncanakan, baru sebagian yang benar-benar rampung. Sementara itu, sejumlah lainnya masih berjalan, bahkan secara fisik dalam artian wujud bangunan ada yang belum bisa bergerak sama sekali karena persoalan dasar: lahan belum tersedia.

Baca Juga :  Gak Nyangka! BUMDes Sukorejo Puhpelem Gaspol Ternak Sapi, Hasilnya Sudah Terasa di Warga

Berikut kondisi terkini yang menjadi perhatian:

✓ 116 unit selesai 100%
✓ 167 unit masih dalam proses pembangunan
✓ 11 unit belum mendapatkan lahan sama sekali
✓ 283 unit sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Fokus utama kini tertuju pada 11 unit yang tertahan. Tanpa lahan, pembangunan tidak bisa dimulai, membuat target program berpotensi meleset jika tidak segera ditangani. Situasi ini menjadi pembahasan serius dalam rapat, termasuk langkah konkret untuk percepatan penyelesaian.

Wahyudi menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih kuat di lapangan agar hambatan seperti ini tidak berlarut. Permasalahan di lapangan harus segera ditangani dengan solusi yang tepat agar program tetap berjalan sesuai target.

Selain itu, diskusi juga mengarah pada strategi percepatan pembangunan untuk unit yang masih dalam proses, sekaligus memastikan kualitas tetap terjaga. Kolaborasi antara PMO dan BA dinilai menjadi kunci agar program tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan koperasi dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2026, Total Hari Libur Tembus 2 Digit

Dengan kondisi saat ini, tantangan terbesar bukan lagi sekadar pembangunan, tetapi memastikan seluruh unit—terutama yang belum memiliki lahan—bisa segera masuk tahap realisasi. Jika tidak, gap capaian akan semakin terlihat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.