Beranda Umum Nasional Pemerintah Rekrut Puluhan Ribu Manajer Kopdes, Tapi Sumber Gaji Belum Jelas

Pemerintah Rekrut Puluhan Ribu Manajer Kopdes, Tapi Sumber Gaji Belum Jelas

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Di tengah masifnya rekrutmen puluhan ribu tenaga untuk program Koperasi Desa Merah Putih, satu pertanyaan mendasar justru belum terjawab: dari mana sumber gaji mereka akan dibayar?

Pemerintah memang telah memastikan bahwa sekitar 30 ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih yang lolos seleksi akan dipekerjakan sebagai pegawai kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, skema pendanaan gaji para pekerja tersebut hingga kini masih dalam tahap penyusunan.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan, secara teknis pembayaran gaji akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah tersebut. “Karena pegawai Agrinas, tentu Agrinas Pangan akan membayar. Tapi uangnya dari mana tentunya di skema berikutnya akan kami jelaskan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Zulhas menyebutkan, para manajer itu akan menjalani masa kontrak selama dua tahun sebelum nantinya beralih menjadi pengelola koperasi secara penuh. Selama masa tersebut, mereka berada di bawah naungan Agrinas sebagai bagian dari skema awal pembentukan koperasi desa.

Meski demikian, kejelasan sumber anggaran masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kementerian Keuangan. Zulhas sendiri menyatakan hal itu akan diumumkan pada waktu yang tepat. “Gaji nanti akan disampaikan Kementerian Keuangan pada saatnya,” katanya.

Baca Juga :  Penutupan Prodi Harus Bottom-Up, Bukan Instruksi dari Pusat

Senada dengan itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan bahwa status para pekerja tersebut bukan aparatur sipil negara. “Karena ini adalah pegawai BUMN, tentu akan mengikuti skema BUMN. Karena ditegaskan lagi, ini adalah bukan seleksi untuk CPNS atau P3K,” ucapnya.

Program rekrutmen ini terbuka bagi lulusan diploma hingga sarjana dari berbagai jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Selain posisi manajer koperasi, pemerintah juga membuka 5.476 formasi untuk Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang akan ditempatkan di PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Secara keseluruhan, total formasi yang dibuka mencapai 35.476 posisi. Minat masyarakat pun membludak. Hingga penutupan pendaftaran pada 25 April 2026, jumlah pelamar tercatat mencapai 639.732 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 483.648 pelamar telah melengkapi dokumen administrasi.

Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahap uji kompetensi yang digelar mulai 3 hingga 12 Mei 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Unhas Bangun Dapur MBG, Mendikti Minta Kampus Lain Ikut Bergerak  

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengakui belum mengetahui secara detail mekanisme pembayaran gaji bagi para calon pegawai tersebut. Ia menyebut alokasi anggaran untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu relatif terbatas.

Dengan jumlah tenaga kerja yang besar dan skema pembiayaan yang belum sepenuhnya transparan, publik kini menanti kepastian: apakah program ambisius ini benar-benar siap secara finansial, atau masih menyisakan pekerjaan rumah di balik euforia rekrutmen besar-besaran. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.