SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalan Godean kembali menelan korban jiwa. Ruas yang dikenal padat ini sekali lagi menjadi saksi kecelakaan fatal, mempertegas bahwa kelengahan sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung maut.
Insiden terjadi pada Sabtu (2/5/2026) di Km 6,5 wilayah Sidoarum, Godean, Sleman, melibatkan dua sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai NM (44), warga Wates, Kulon Progo, melaju dari arah barat ke timur dengan membawa seorang pembonceng, PW (57).
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Suzuki Satria FU yang dikendarai BR (29), warga Banjarnegara.
Situasi berubah fatal ketika sepeda motor Scoopy tiba-tiba kehilangan kendali. “Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Honda Scoopy tiba-tiba oleng dan terjatuh ke kanan. Bersamaan itu, dari arah timur melaju Suzuki Satria FU. Karena jarak sudah terlalu dekat, sehingga kedua sepeda motor saling bertabrakan,” kata Argo.
Benturan yang terjadi begitu keras hingga menyebabkan pembonceng Scoopy, PW, tidak tertolong. Korban sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, pengendara Scoopy mengalami cedera serius di bagian kepala dan kini masih menjalani perawatan intensif. Di sisi lain, pengendara Satria FU hanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan di RS Queen Latifa.
Petugas dari Polsek Godean telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Polisi menegaskan pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama di jalur dengan arus lalu lintas tinggi seperti Jalan Godean.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak memacu kendaraan secara berlebihan dan selalu menjaga jarak aman demi menghindari kecelakaan yang fatal,” imbau Argo.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di wilayah Sleman yang berujung tragis, sekaligus menjadi peringatan bahwa disiplin di jalan raya bukan sekadar aturan, melainkan kebutuhan untuk menjaga nyawa. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















