
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menuntaskan pengambilan data World Values Survey (WVS) Gelombang ke-8 di Indonesia. Survei berskala internasional tersebut dilaksanakan selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2025, dengan melibatkan ribuan responden dari berbagai daerah di Tanah Air.
Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan UNS sebagai institusi akademik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dipercaya menjadi Principal Investigator resmi oleh World Values Survey Association yang bermarkas di Vienna, Austria.
Hal itu disampaikan Principal Investigator WVS Gelombang ke-8 Indonesia yang juga Ketua Tim Peneliti Fakultas Psikologi UNS, Dr. Phil. Ayu Okvitawanli dalam konferensi pers di Ruang Sidang 4 Gedung Rektorat UNS, Senin (18/5/2026). Dalam kesempatan itu, Ayu didampingi anggota tim peneliti, Dr. Moh. Abdul Hakim, S.Psi., M.A.
Ayu menjelaskan, data hasil survei tersebut nantinya dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui laman resmi https://wvsindonesia.uns.ac.id yang juga dilengkapi berbagai infografis pendukung.
Menurut Ayu, pengambilan data dilakukan menggunakan metode wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur berisi lebih dari 300 pertanyaan yang mencakup 14 tema utama terkait nilai-nilai sosial masyarakat. Survei menjangkau 2.306 responden yang tersebar di 247 kecamatan pada 18 provinsi di Indonesia.
“Ini adalah pengakuan internasional terhadap kapasitas riset Fakultas Psikologi UNS. Kami bekerja dengan standar metodologi yang sangat ketat, karena data ini akan dibandingkan dengan data dari 90 negara lain dan akan menjadi rujukan ilmiah internasional untuk tahun-tahun mendatang,” terang Ayu.
Ia menjelaskan, World Values Survey merupakan proyek riset ilmu sosial terbesar di dunia yang pertama kali diinisiasi Profesor Ronald Inglehart pada 1981. Hingga kini, survei tersebut telah berjalan dalam delapan gelombang dan mencakup lebih dari 90 negara dengan total ratusan ribu responden di setiap gelombang penelitian.
WVS mengukur berbagai perubahan nilai fundamental masyarakat, mulai dari tingkat kepercayaan sosial, pandangan terhadap demokrasi dan pemerintahan, nilai agama dan keluarga, hingga sikap terhadap lingkungan serta perkembangan teknologi. Indonesia sendiri mulai terlibat dalam survei internasional itu sejak Gelombang ke-4 pada 2001.
Ayu menilai, data WVS Gelombang ke-8 memiliki arti strategis bagi Indonesia karena memungkinkan perbandingan kondisi sosial masyarakat Indonesia dengan negara-negara lain di dunia, termasuk negara ASEAN dan anggota G20. Selain itu, data yang terkumpul sejak 2001 hingga 2025 dapat menjadi rekam jejak penting perubahan sosial masyarakat Indonesia selama lebih dari dua dekade.
“Data ini dapat menjadi dasar empiris bagi pemerintah maupun berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan publik, terutama di bidang pendidikan, demokrasi, keagamaan, dan kesejahteraan sosial,” jelasnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Setelah proses pengambilan data selesai, tim peneliti kini memasuki tahapan penginputan, pembersihan, serta validasi data sesuai standar WVS Association. Dataset final nantinya akan dikirim ke Vienna untuk diintegrasikan ke basis data global World Values Survey.
Selain publikasi ilmiah internasional, tim peneliti juga berencana menggelar seminar dan forum diseminasi hasil penelitian agar data tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, jurnalis, hingga masyarakat umum.
Sementara itu, anggota tim peneliti Moh. Abdul Hakim menyampaikan apresiasi kepada UNS atas dukungan pendanaan melalui skema kolaborasi internasional. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya serta Education University of Hong Kong yang turut mendukung pelaksanaan riset tersebut.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi semua pihak,” ujarnya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













