Beranda Umum Nasional 3 Tewas Mensesneg Bilang Tak Ada Indikasi Kelalaian, Kini Korban Calon Manajer...

3 Tewas Mensesneg Bilang Tak Ada Indikasi Kelalaian, Kini Korban Calon Manajer KDMP Jadi 4 Orang

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Walaupun tiga orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih sebelumnya dilaporkan meninggal saat mengikuti pelatihan militer, namun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan belum menemukan indikasi adanya kelalaian dalam penyelenggaraan program tersebut.

Belum reda sorotan atas pernyataan itu, jumlah korban justru kembali bertambah. Satu peserta lagi dilaporkan meninggal dunia, sehingga total calon manajer KDMP yang wafat selama mengikuti pelatihan militer kini menjadi empat orang.

Pemerintah beralasan, para peserta meninggal ketika pelatihan baru memasuki hari-hari awal sehingga dugaan sementara lebih mengarah pada faktor kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Pernyataan Mensesneg itu disampaikan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026), menanggapi rentetan kematian peserta pelatihan dasar komponen cadangan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.

“Saya rasa belum (ada indikasi kelalaian), karena kalau yang kami dengar laporan itu baru di hari pertama hari kedua. Kami tentunya menyampaikan keprihatinan dukacita yang mendalam. Tapi mari kita terus perbaiki,” ujar Prasetyo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai materi pelatihan pada fase awal belum tergolong berat. Karena itu, ia menduga riwayat penyakit yang dimiliki para peserta menjadi faktor yang lebih dominan dalam kasus-kasus kematian tersebut.

Meski demikian, Prasetyo memastikan pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama berbagai pihak untuk memastikan seluruh prosedur pelatihan telah dijalankan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Kritik Keras Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat, Amnesty:  Ancam Ruang Berpikir Kritis

“Semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian ya itu juga bagian dari (evaluasi),” katanya.

Menurut Prasetyo, keputusan apakah program pelatihan militer bagi calon manajer koperasi akan dilanjutkan atau dihentikan sementara baru bisa ditentukan setelah hasil evaluasi selesai dilakukan.

Ia juga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto turut memantau perkembangan kasus meninggalnya para peserta pelatihan tersebut.

Prasetyo menambahkan, pembekalan bagi calon manajer koperasi tidak hanya berisi latihan militer. Para peserta juga mendapatkan pendidikan manajerial dan peningkatan kompetensi sebagai bekal mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi tiga peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan, yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Namun, pada Jumat (26/6/2026), jumlah korban kembali bertambah setelah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan di Jakarta.

Novia meninggal pada 23 Juni 2026 di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta. Menurut Kementerian Pertahanan, ia sempat mengalami gangguan kesehatan dan dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.

“Peserta kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ujar Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Baca Juga :  Di Depan Elite NU, Prabowo Berkelakar: Belajar Politik Harusnya dari Nahdlatul Ulama

Rico juga menyatakan Novia telah dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan setelah menjalani seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Anisa Muyassaroh dilaporkan meninggal akibat heat stroke saat mengikuti pelatihan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Yonanda Muhammad Taufiq meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung ketika mengikuti pelatihan di Baturaja, Sumatera Selatan.

Program pelatihan dasar militer bagi lebih dari 35 ribu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih tersebut berlangsung selama 45 hari sejak 17 Juni 2026. Selain pelatihan dasar militer, peserta juga mendapatkan materi teknis mengenai manajemen koperasi dan pengelolaan program. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.