WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana yang tak biasa menyelimuti halaman SDN 1 Pokoh Kidul, Wonogiri, Selasa (2/6/2026). Bukan riuh permainan anak-anak atau suara bel tanda pelajaran dimulai, melainkan derai air mata, pelukan hangat, dan doa-doa yang mengalir dari hati para orang tua serta siswa kelas VI yang resmi dilepas setelah enam tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Acara pelepasan siswa kelas VI tahun 2026 berlangsung penuh emosi dan menjadi salah satu momen paling berkesan bagi seluruh keluarga besar SDN 1 Pokoh Kidul. Sejak awal kegiatan dimulai, suasana hangat dan kekeluargaan sudah begitu terasa. Para siswa hadir bersama orang tua mereka, didampingi para guru, komite sekolah, serta tamu undangan yang ikut menyaksikan perjalanan akhir pendidikan dasar para siswa.
Kepala SDN 1 Pokoh Kidul, Sigit Ari Wibowo, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang selama ini telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada SDN 1 Pokoh Kidul. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di sini dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Ucapan tersebut disambut antusias para wali murid yang selama bertahun-tahun telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak mereka.
Ketua Komite SDN 1 Pokoh Kidul, Budi Prabowo, juga mengingatkan bahwa perjuangan pendidikan belum berakhir. Menurutnya, peran keluarga tetap menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan anak-anak.
“Perjalanan pendidikan anak-anak masih panjang. Kami berharap para orang tua tetap mendampingi, membimbing, dan memberikan dukungan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan berprestasi,” katanya.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih semarak ketika para siswa menampilkan berbagai persembahan spesial untuk guru-guru tercinta. Dengan penuh penghayatan, mereka membawakan lagu Hymne Guru, Terima Kasihku (Guruku), hingga lagu Guruku yang dipadukan dengan nuansa cover Aisyah Istri Rasulullah.
Penampilan tersebut sukses mengundang tepuk tangan panjang dari para hadirin. Banyak guru tampak tersenyum bangga sekaligus menahan haru saat melihat anak-anak yang dulu datang dengan langkah kecil kini berdiri percaya diri di atas panggung.
Namun puncak emosi terjadi saat wali kelas VI B, Tri Hartanti, menyampaikan pesan perpisahan kepada anak-anak didiknya. Dengan suara yang sesekali bergetar menahan rasa haru, ia mengenang perjalanan panjang yang telah dilewati bersama para siswa.
“Waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin melihat kalian datang sebagai anak-anak kecil, kini sudah siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Ibu berharap kalian terus belajar, menjadi anak yang membanggakan orang tua, dan meraih kesuksesan di masa depan,” tuturnya.
Kalimat sederhana itu seketika membuat suasana berubah hening. Beberapa siswa terlihat mulai menyeka air mata, sementara sejumlah orang tua tak mampu menyembunyikan rasa haru yang memenuhi ruangan.
Momen yang paling menyentuh terjadi saat sesi doa bersama antara orang tua dan anak. Dalam suasana khidmat, para orang tua berdiri berhadapan dengan putra-putri mereka. Tangan saling menggenggam, doa dipanjatkan dengan penuh harapan, dan air mata mengalir tanpa bisa dibendung.
Banyak orang tua memeluk erat anak-anak mereka. Ada yang merangkul sambil berbisik memberikan nasihat, ada pula yang tak kuasa menahan tangis ketika menyampaikan doa terbaik untuk masa depan buah hati mereka.
Pemandangan tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga lahir dari kasih sayang, pengorbanan, dan doa yang tak pernah putus dari keluarga.
Meski diwarnai kesedihan karena harus berpisah, acara pelepasan siswa kelas VI SDN 1 Pokoh Kidul akhirnya ditutup dengan penuh kebahagiaan dan optimisme. Para siswa kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membawa bekal ilmu, kenangan indah, serta doa-doa yang akan selalu mengiringi perjalanan mereka menuju masa depan.Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















