Beranda Daerah Wonogiri Tetesan Darah Jadi Sumur Pantek di Tepi Waduk Gajah Mungkur, Petani Sebut...

Tetesan Darah Jadi Sumur Pantek di Tepi Waduk Gajah Mungkur, Petani Sebut Penyambung Napas

Sumur pantek
Penyerahan bantuan sumur pantek di Dologan Desa Pondoksari Nguntoronadi Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Wonogiri berlangsung berbeda dari biasanya. Tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi para pendonor darah sukarela, momentum kemanusiaan ini juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan paling mendasar, mulai dari bantuan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni hingga penyaluran sembako.

Dalam rangkaian kegiatan yang digelar PMI Kabupaten Wonogiri, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya hingga 100 kali. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa para relawan kemanusiaan yang selama bertahun-tahun membantu menyelamatkan nyawa sesama.

Namun perhatian publik tidak hanya tertuju pada penghargaan tersebut. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah peresmian dan penyerahan bantuan Sumur Pantek CSR alias TJSL PMI Kabupaten Wonogiri di Dusun Dologan, Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran sumur pantek bukan sekadar fasilitas baru. Di tengah ancaman musim kemarau dan semakin terbatasnya sumber air permukaan, bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi keberlangsungan kehidupan warga dan sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Sekretaris PMI Wonogiri, Teguh Setyono, menjelaskan bahwa peringatan Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2026 mengusung tema “Setetes Darah, Sejuta Harapan”. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain donor darah dan penghargaan bagi pendonor sukarela, PMI Wonogiri juga menyalurkan bantuan sarana air bersih, sembako, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan sumur pantek bagi warga yang membutuhkan.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Insentif Guru Tahap II Resmi Cair, Guru Non ASN dan Belum Bersertifikat Kebagian

“Puncak peringatan Hari Donor Darah Sedunia 22 Juni dilaksanakan di Kecamatan Tirtomoyo dengan ditandai penghargaan Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali oleh Bupati Wonogiri selaku Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Wonogiri,” terang Teguh.

Rangkaian kegiatan di Dusun Dologan diawali dengan peresmian sumur pantek yang dilakukan langsung oleh Bupati Wonogiri. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi sumber air bersih yang berkelanjutan untuk kebutuhan rumah tangga warga sekaligus mendukung pengairan lahan pertanian saat musim kemarau melanda.

Camat Nguntoronadi, Endrijo Rahardjo, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan PMI terhadap kebutuhan infrastruktur air di wilayahnya.

Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi berikutnya.

Rasa syukur juga disampaikan warga penerima manfaat. Ketua Kelompok Tani Mulyo Sembodo, Giyanto, menyebut bantuan tersebut menjadi penyelamat bagi para petani yang selama ini menghadapi tantangan ketersediaan air.

“Bantuan sumur pantek ini sangat berarti bagi kami para petani. Ini adalah penyambung napas bagi produktivitas lahan kami, terutama saat sumber air permukaan mulai terbatas,” ujar Giyanto.

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa pentingnya keberadaan sumber air bagi keberlangsungan sektor pertanian. Dengan tersedianya akses air yang lebih baik, para petani memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan produktivitas lahan dan hasil panen mereka meski menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Ribuan Buruh Terancam PHK Massal! 2 Pabrik Raksasa Otomotif Siap Angkat Kaki, Produksi Dipindah ke Vietnam

Dalam arahannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PMI, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.

Menurutnya, pembangunan sumur pantek dapat menjadi stimulus yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Desa Pondoksari dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Wonogiri dr. Dwi Handoyo menegaskan bahwa Hari Donor Darah Sedunia merupakan momentum penting untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap aksi donor darah.

“Donor darah bukan sekadar kegiatan medis, tetapi merupakan gerakan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026, PMI Wonogiri berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, gotong royong, dan solidaritas kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dari setetes darah yang didonorkan hingga aliran air yang menghidupi lahan pertanian, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat menghadirkan harapan bagi banyak orang.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.