Site icon JOGLOSEMAR NEWS

DPR Minta Pemerintah Jelaskan Urgensi Universitas RI di Tengah Banyaknya PTN

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) mulai menuai sorotan dari parlemen. Di tengah langkah pemerintah yang telah melantik pimpinan kampus baru tersebut, Komisi X DPR justru mengaku belum pernah menerima penjelasan resmi mengenai dasar hukum, tugas, hingga skema pendanaan lembaga pendidikan tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan komisi yang membidangi urusan pendidikan itu sama sekali belum membahas pembentukan URI bersama pemerintah. Padahal, keberadaan universitas tersebut telah diumumkan dan pimpinan kampusnya sudah dilantik Presiden Prabowo Subianto.

“Komisi X DPR belum menerima apapun, baik penjelasan soal dasar hukum, tugas, fungsi, juga sumber anggarannya,” kata Lalu melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/7/2026).

Menurut politikus PKB itu, pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan mendirikan URI di tengah banyaknya perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan yang telah lebih dulu beroperasi.

Selain itu, DPR juga meminta pemerintah memastikan keberadaan URI tidak menimbulkan tumpang tindih dengan institusi pendidikan tinggi lain yang sudah ada.

“Pemerintah wajib membuktikan apa yang menjadi nilai tambah URI, kemudian juga memastikan tidak ada duplikasi peran,” ujarnya.

Lalu menegaskan Komisi X akan menjalankan fungsi pengawasannya terhadap rencana pengembangan URI, termasuk menelusuri sumber anggaran yang digunakan untuk membangun dan mengoperasikan kampus tersebut.

“Mungkin pada saat rapat kerja dengan Kemendiktisaintek kami akan minta penjelasan,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), Presiden Prabowo Subianto melantik Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Yos Sunitiyoso juga dilantik sebagai Wakil Gubernur URI.

Usai pelantikan, Donny menjelaskan URI merupakan institusi baru yang disiapkan untuk mencetak calon pemimpin pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN).

“Bapak Presiden sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, URI direncanakan memiliki 10 kampus dengan berbagai program studi sebagaimana perguruan tinggi pada umumnya.

“Ada dokter, sarjana, insinyur, segala macam. Banyak,” kata Donny. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Exit mobile version