JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Semakin banyak masyarakat mengenal program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), namun tingkat kepercayaan terhadap masa depan program tersebut justru bergerak ke arah sebaliknya.
Temuan terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas responden kini tidak yakin koperasi yang menjadi salah satu program andalan pemerintah itu akan berkembang pada masa mendatang.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengungkapkan, hasil survei memperlihatkan penurunan tajam optimisme publik dalam beberapa bulan terakhir. Jika pada November 2025 masih ada 43,3 persen responden yang percaya KDMP akan berkembang, angka tersebut turun menjadi 41,7 persen pada survei Februari-Maret 2026 dan kembali merosot hingga tinggal 25 persen pada survei yang dilakukan 5-19 Juli 2026.
“Yang tadinya yakin, sekarang terbalik,” kata Deni dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Di sisi lain, kelompok masyarakat yang menyatakan kurang yakin atau tidak yakin terhadap prospek KDMP justru terus bertambah. Pada survei terbaru Juli 2026, persentasenya mencapai 61,1 persen. Sebagai perbandingan, kelompok ini berada di angka 43,5 persen pada November 2025 dan meningkat menjadi 48,4 persen pada survei Februari-Maret 2026.
Meski demikian, tingkat pengenalan masyarakat terhadap program tersebut justru mengalami peningkatan signifikan. SMRC mencatat sebanyak 76,9 persen responden kini mengaku mengetahui atau pernah mendengar tentang KDMP.
Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan survei November 2025 yang baru mencapai 51,5 persen. Pada survei Februari-Maret 2026, tingkat awareness tercatat sebesar 54,5 persen sebelum melonjak pada Juli.
Sebaliknya, responden yang mengaku belum mengetahui program itu kini tinggal 23,1 persen.
“Jadi memang sudah mayoritas sekarang ini warga hampir 80 persen sudah tahu kalau ditanya tahu atau pernah dengar KDMP. Padahal sembilan bulan lalu sekitar 50 persen yang mengetahui,” ujar Deni.
Sementara itu, pemerintah menilai masih banyak masyarakat yang keliru memahami fungsi Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan koperasi tersebut bukan sekadar toko atau pasar modern di desa.
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, KDMP diproyeksikan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan, produk bersubsidi, sekaligus menjadi pembeli atau offtaker hasil pertanian masyarakat.
“Kalau harga gabahnya di bawah standar yang kami tentukan, maka koperasi bisa takeover, bisa beli, gabah, jagung, dan lain-lain,” ucap Zulhas di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menambahkan, pemerintah masih menyelesaikan penyusunan Peraturan Presiden yang akan menjadi dasar operasional Koperasi Desa Merah Putih.
“Ini bertahap karena enggak bisa sekaligus,” ujarnya di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengumumkan rencana menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang bersubsidi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memastikan subsidi pemerintah diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.
“Saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” ucap Prabowo saat Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, 12 Juli 2026. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
