Beranda Daerah Sragen Kabar Duka, Pekerja Migran Asal Desa Padas Tanon Sragen Dilaporkan Meninggal Dunia...

Kabar Duka, Pekerja Migran Asal Desa Padas Tanon Sragen Dilaporkan Meninggal Dunia Tenggelam di Jepang

ilustrasi korban banjir | Joglosemarnews
Ilustrasi | joglosemarnews.com

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Galang Satrio Priambodo (25) warga Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di salah satu sungai di Jepang saat berenang bersama rekan-rekannya.

Dihubungi JOGLOSOMARNEWS.COM ​Sekretaris Desa (Sekdes) Padas, Muhammad Ahyani Mursyid, membenarkan kabar duka tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak pemerintah desa, insiden nahas itu terjadi pada Jumat (14/8/2026) lalu.

​”Informasi yang kami terima, almarhum tenggelam saat berenang di sungai bersama teman-temannya di Jepang,” ujar Mursyid pada JOGLOSEMARNEWS.COM Kamis (20/8/2026).

​Mursyid menjelaskan, almarhum diketahui sudah cukup lama bekerja di Negeri Sakura. Pada tahap pertama, almarhum bekerja selama 4 tahun. Setelah sempat pulang ke tanah air untuk cuti, almarhum kembali berangkat ke Jepang untuk periode kedua yang saat ini baru berjalan sekitar 2 tahun.

​Mengenai kronologi rinci di lokasi kejadian, pihak desa belum mendapat detail lengkap, termasuk kondisi rekan-rekan korban yang ikut berenang.

“Kabar yang kami dapat ada tiga orang temannya di sana, tapi untuk kondisi lainnya kami belum tahu pasti,” tambahnya.

​Saat ini, proses pemulangan jenazah ke tanah air sedang diurus oleh pihak-pihak terkait Camat Tanon, dan Pemerintah Desa Padas, pemulangan jenazah dijadwalkan mulai Jumat dari Jepang.

​”Rute penerbangan dari Jepang akan transit di Denpasar, lalu menuju Jakarta, dan dilanjutkan ke Solo,” terang Mursyid.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-81, Gudang PDS Prabot Masaran Sragen Gelar Diskon Besar-besaran, Harga Mulai Rp 1.000

​Jika sesuai jadwal yang dikirimkan, estimasi kedatangan jenazah almarhum diperkirakan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo pada hari Sabtu sesuai jadwal tanggal 22 Agustus 2026 untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Padas, Tanon, Sragen.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan penelusuran data dan informasi awal dari pihak terkait, korban berangkat ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Wonogiri.

“Mas Galang ini memang warga Sragen, Kecamatan Tanon, tetapi berangkatnya melalui LPK di Wonogiri. Kendati demikian, kami dari Dinas Tenaga Kerja tetap memfasilitasi dan terus berkomunikasi dengan KBRI di Jepang,” ujar Rina.

Berdasarkan data yang dihimpun Disnaker Sragen dari pihak KBRI di Jepang, insiden tersebut terjadi ketika korban bersama rekan-rekannya berenang di sebuah sungai setempat. Sebelum kejadian, rekan-rekan korban sebenarnya sempat melarang dan mengingatkan agar tidak berenang di lokasi tersebut lantaran sungai itu kerap digunakan warga lokal untuk prosesi pelarungan abu jenazah pada waktu-waktu tertentu.

“Sebenarnya menurut informasi dari pihak KBRI, teman-temannya sudah menyarankan untuk tidak berenang di situ. Namun musibah terjadi, korban tenggelam dan meninggal dunia,” jelasnya.

Terkendala Asuransi dan Pemulangan Jenazah Proses pemulangan jenazah Galang menghadapi sejumlah kendala teknis.

Selain insiden terjadi di luar jam kerja, perusahaan tempat korban bekerja di Jepang dilaporkan tidak mendaftarkan korban dalam program asuransi.

Baca Juga :  Heboh Baliho Raksasa Logo Kabupaten Sragen Berubah, neetizen Langsung Beri Komentar

“Korban ini sudah tahun kelima di Jepang, statusnya sudah specified worker, bukan magang lagi. Catatan penting yang kami terima, perusahaan tempatnya bekerja di Jepang ternyata tidak mendaftarkan asuransi untuk korban,” ungkap Rina.

Kondisi tersebut membuat biaya pemulangan jenazah dari Jepang ke Indonesia ditanggung melalui pembiayaan swadaya dan penggalangan dana solidaritas sesama komunitas PMI di Jepang.

Fasilitasi Penjemputan di Tanah Air Untuk proses pemulangan ke daerah asal, Disnaker Kabupaten Sragen telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah guna mengurus penjemputan dari bandara menuju rumah duka.

Sesuai jadwal penerbangan dari Jepang via Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada Jumat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Semarang. Nanti armada ambulans untuk penjemputan jenazah dari Bandara Adi Soemarmo hingga menuju rumah duka di Tanon seluruhnya difasilitasi oleh BP3MI Jawa Tengah,” ujarnya. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.