Beranda Daerah Wonogiri Petani Wonogiri Tanam Emas Putih di Girimarto, Tak Terkait Upah Pengupas Bawang...

Petani Wonogiri Tanam Emas Putih di Girimarto, Tak Terkait Upah Pengupas Bawang Bos

Bawang
Aksi tanam bawang di Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di saat media sosial ramai membahas upah pengupas bawang yang disebut-sebut fantastis, petani di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri memilih beraksi dengan langkah paling hulu. Rabu (19/8/2026), lahan pertanian di desa tersebut disulap menjadi pusat harapan baru lewat gerakan tanam bawang putih serentak.

Bukan seremoni biasa. Sejak pagi, petani bahu-membahu bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Wonogiri turun ke sawah. Bibit bawang putih ditanam satu per satu, dengan target besar: menjadikan Wonogiri lumbung bawang putih dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di sela penyerahan bibit dan penanaman simbolis yang berlangsung meriah itu, para petani curhat blak-blakan soal jeritan di lapangan.

Persoalan klasik yang masih menghantui mereka antara lain:
✓ Kelangkaan dan harga pupuk yang fluktuatif
✓ Sulitnya mendapatkan bibit unggul bersertifikat
✓ Keterbatasan tenaga kerja dan regenerasi petani muda
✓ Rantai pemasaran hasil panen yang belum stabil

Baca Juga :  Pasar Murah!Minyak Goreng Rp17.500 dan Beras Murah Diburu Warga, ASN Dilarang Beli, ini Syarat dan Lokasinya

Semua aspirasi itu langsung ditampung dalam dialog nasional yang terhubung secara daring dengan sejumlah daerah di Indonesia.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menegaskan kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.

“Para petani dari berbagai wilayah saling berbagi pengalaman dan menyampaikan harapan agar dukungan terhadap sektor pertanian semakin kuat,” kata dia.

Tak hanya menanam, agenda kemarin juga ditandai peletakan batu pertama pembangunan gedung ketahanan pangan di Desa Bubakan. Gedung tersebut nantinya diproyeksikan menjadi pusat pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran hasil pertanian warga.

Bagi warga Bubakan, bibit bawang putih yang hari ini ditanam adalah investasi masa depan. Jika berhasil panen, bukan hanya kebutuhan dapur yang terpenuhi, tapi dompet petani juga dipastikan tebal. Bawang putih kini diburu pasar dengan harga tinggi dan menjadi komoditas import yang ingin ditekan pemerintah. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.