
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tradisi panjang sebagai sentra kerajinan logam yang cukup legendaris, mendorong Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut ambil bagian dengan memperkuat daya saing perajin tembaga di Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah di era digital dewasa ini.
Melalui program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) UNS Tahun 2026, perguruan tinggi tersebut melakukan pendampingan terhadap Kelompok Perajin Cepogo dengan menggarap sejumlah aspek, mulai dari revitalisasi mesin produksi, digitalisasi manajemen usaha dan pemasaran hingga pengembangan wisata industri kreatif.
Program tersebut dipimpin Prof. Dr. Eng. Ir. Syamsul Hadi, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik UNS bersama tim multidisiplin. Tim tersebut melibatkan Catur Sugiarto, S.E., M.SM., M.Rech., Ph.D., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, serta Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Ir. Zainal Arifin, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik UNS.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga menggandeng dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.
Prof. Dr. Eng. Ir. Syamsul Hadi, S.T., M.T menjelaskan, Desa Cepogo selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan logam yang memiliki tradisi panjang dalam mengolah tembaga, kuningan dan aluminium. Berbagai produk dihasilkan para perajin, mulai dari lampu hias, kaligrafi, peralatan rumah tangga hingga kubah masjid.
Namun, kemampuan mengolah logam yang diwariskan dari generasi ke generasi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan peralatan produksi, pengelolaan keuangan yang belum terdigitalisasi serta pemanfaatan teknologi untuk pemasaran menjadi beberapa persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Kondisi itu menjadi dasar bagi tim UNS untuk merancang pendampingan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menyentuh pengelolaan usaha dan pengembangan pasar.
“Salah satu fokus utama program adalah revitalisasi peralatan produksi. Para perajin mendapatkan pendampingan dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin, sekaligus diperkenalkan dengan prosedur produksi yang lebih terstandar,” jelas Prof. Syamsul Hadi.
Langkah tersebut diarahkan agar mampu meningkatkan efisiensi kerja dan menjaga konsistensi kualitas produk. Dengan peralatan dan proses produksi yang lebih baik, perajin juga diharapkan mampu mengurangi berbagai hambatan produksi serta meningkatkan kemampuan memenuhi permintaan pasar.
Di sisi lain, jelas Prof. Syamsul, UNS juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan usaha. Pendampingan dilakukan melalui digitalisasi administrasi dan keuangan, termasuk pencatatan transaksi, biaya produksi, penghitungan harga pokok produksi hingga penyusunan laporan keuangan.
Penguatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM memiliki sistem pengelolaan usaha yang lebih tertata. Data keuangan yang terdokumentasi juga dapat menjadi dasar bagi perajin dalam mengambil keputusan bisnis.
Digitalisasi juga menyentuh aspek pemasaran. Para perajin didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk sehingga tidak hanya bergantung pada pasar tradisional.
Dengan pemanfaatan kanal pemasaran digital, produk kerajinan tembaga Cepogo diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk calon pembeli di luar wilayah Boyolali.
Dikembangkan Menjadi Wisata Edukasi

Prof. Syamsul menjelaskan, pendampingan UNS tidak berhenti pada penguatan produksi dan pemasaran saja. Namun, potensi kerajinan tembaga juga diarahkan untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata industri kreatif di Desa Cepogo.
Bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pogo Wijaya, tim UNS mendorong integrasi aktivitas produksi kerajinan dengan konsep wisata edukatif.
“Melalui konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk membeli produk kerajinan, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan tembaga,” paparnya.
Pengalaman tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal keterampilan, kreativitas serta nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat perajin.
Penguatan sektor wisata dilakukan melalui standardisasi pelayanan, pengembangan paket wisata edukatif serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan kunjungan dan promosi destinasi.
Integrasi antara kerajinan dan pariwisata tersebut juga membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi masyarakat. Perajin tidak hanya mengandalkan pemasukan dari penjualan produk, tetapi juga berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan wisata.
Program tersebut menurut Prof. Syamsul, melibatkan kepakaran dari berbagai bidang. Dosen dari lintas disiplin di UNS berkontribusi dalam pengembangan teknologi produksi, manajemen bisnis, pemasaran digital, keuangan hingga pengelolaan wisata.
Sementara itu, akademisi dari Universitas Slamet Riyadi turut dilibatkan dalam pengembangan bisnis, pemasaran, keuangan, manajemen serta penyusunan prosedur operasional wisata.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan hasil riset dan kepakaran perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya para pelaku UMKM perajin tembaga di Cepogo.
Pemberdayaan perajin tembaga Cepogo, jelas Prof. Syamsul, juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut antara lain berkaitan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan keterampilan masyarakat serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui penguatan produksi, digitalisasi manajemen usaha dan pengembangan wisata industri, program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif Desa Cepogo yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Bagi UNS, lanjut Prof. Syamsul, kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pengetahuan, teknologi dan hasil riset agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat potensi ekonomi yang tumbuh dari kearifan lokal. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














